HOLOPIS.COM, TANGERANG – Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 tahun 2025 resmi dibuka di International Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Pameran dagang terbesar di Indonesia ini langsung mematok target transaksi fantastis senilai Rp 16,5 miliar, didukung penuh oleh sinergi lintas kementerian yang secara khusus menempatkan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekspor nasional.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, dalam sambutannya, menyoroti momentum positif dari capaian ekspor Indonesia yang per periode Januari-Agustus 2025 telah mencapai US$ 185,12 miliar, atau meningkat 7,72 persen. Optimisme tersebut menjadi dasar penetapan target ambisius untuk TEI ke-40 yang berlangsung hingga 19 Oktober 2025.
“TEI merupakan salah satu wujud nyata program strategis dan kolaboratif yang mendukung hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan ekspor,” ucap Mendag Budi Santoso.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) menjadi kolaborator kunci dalam upaya akselerasi ini, dengan fokus memposisikan subsektor unggulan ekraf di pasar global. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan komitmen tersebut dengan mengaktifkan empat booth inovatif.
Tiga booth diantaranya didedikasikan untuk program Akselerasi Startup Inovasi Kreatif (ASIK), menampilkan total 53 jenama lokal terkurasi dari subsektor kuliner (21 jenama), fesyen (17 jenama), dan kriya (15 jenama).
Lebih lanjut, Kementerian Ekraf juga mengusung aktivasi digital melalui Direktorat Teknologi Digital Baru yang memamerkan dan mendemonstrasikan kemampuan startup unggulan Indonesia di bidang teknologi mutakhir, seperti Artificial Intelligence (AI), Augmented & Virtual Reality (AR/VR), Blockchain & Web3, dan Internet of Things (IoT).
“Ini sebagai bentuk peningkatan kapasitas dengan tujuan menciptakan nilai ekspor sekaligus memotivasi akselerasi hilirisasi ekraf melalui ragam kreasi dan inovasi,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.
TEI ke-40 tahun 2025 mengusung tema Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries dan diikuti oleh 8.045 buyer yang terdaftar dari 130 negara. Acara ini menampilkan tiga zona utama produk, yakni zona makanan/minuman dan pertanian, manufaktur dan jasa, serta fesyen, dekorasi rumah, dan gaya hidup.

