Jampidsus Berulang Diintimidasi, Peran Jamintel Dipertanyakan?

0 Shares

JAKARTA – Tindakan intimidasi berulang terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah menjadi sorotan berbagai pihak. Hal itu menjadi bola liar dengan peran Febrie Adriansyah yang sedang menangani sejumlah kasus besar pada saat ini.

Isu yang mungemuka menyebutkan penggeledahan dilakukan di kediaman Jampidsus di bilangan Radio Dalam, Jakarta Selatan (Jaksel). Namun penggeledahan itu urung terlaksana karena lokasi tersebut dijaga personel dari TNI.

Ketua Forum Advokat Untuk Keadilan dan Demokrasi (Fatkadem) Erman Umar kemudian secara khusus menyoroti peran Jamintel Reda Manthovani dalam insiden tersebut.

Hal itu menurut Erman, menjadi sangat serius ketika insiden intimidasi ini adalah kali keduanya terjadi. Sebelumnya, peristiwa yang terjadi pada Minggu (19/5/2024) saat Febrie akan makan malam di RM. Perancis di Kawasan Cipete, Jakarta Selatan sekitar pukul 20. 00. -21. 00 WIB.

Oknum yang diduga berasal dari Densus 87 Anti Teror diamankan dan diserahkan ke Polri. Namun tanpa ada tindak lanjut terhadap oknum yang menguntit Febrie.

Erman juga menjelaskan, Jamintel bertugas menyelenggarakan fungsi intelijen penegakan hukum, yang meliputi pengamanan kebijakan penegakan hukum, pengawasan terhadap potensi pelanggaran hukum, serta pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mendukung tugas-tugas Kejaksaa

- Advertisement -

“Jamintel seharusnya mengumpulkan informasi intelijen yang relevan dengan tugas-tugas Kejaksaan, termasuk informasi mengenai tindak pidana yang sedang diselidiki atau ditangani, serta informasi mengenai potensi ancaman terhadap penegakan hukum,” ucap Erman Umar dalam pernyataannya kepada wartawan.

“Peran Jamintel yang seharusnya bisa mengantisipasi berbagai ancaman baik di bidang eksternal maupun internal itu pun terkesan tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya,” lanjutnya.

Selain itu, Erman kemudian menduga bahwa upaya penggeledahan ini berkaitan dengan penanganan perkara besar, yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu.

“Diduga ada upaya untuk membunuh karakter Jampidsus Kejagung Febrie yang tengah mengusut kasus mega korupsi salah satunya perkara tata kelola minyak yang menjerat Riza Chalid (RC),” ujarnya.

Riza Chalid sendiri diketahui saat ini bakal segera menjadi buronan internasional. Bahkan, demi pengembalian kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut, Jampidsus sudah melakukan penyitaan berbagai aset milik Riza Chalid.

Sementara itu, Jamintel Kejagung Reda Manthovani saat dihubungi awak media enggan banyak berkomentar terkait penggeledahan tersebut. Soal langkah Kejagung menyikapi isu yang berkembang ini, Reda juga enggan menjawab.

“Mohon klarifikasi ke Kapuspenkum. Kebijakan satu pintu di Kejaksaan Agung,” kilah Reda.

Selain itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna meminta agar informasi yang beredar itu dipastikan kejelasannya.

“Tidak ada, sumbernya dari mana? Sumbernya harus jelas. Sampai saat ini tidak ada,” kata Anang.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU