JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berencana untuk melakukan negosiasi langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait pengenaan tarif impor Amerika terhadap Indonesia.
Rencana itu diungkap oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. Pun demikian, ia belum dapat memastikan kapan agenda pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Trump tersebut berlangsung.
“Ada kemungkinan rencana bertemu antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump. Tapi saya belum bisa memastikan kapannya,” kata Prasetyo dalam keterangan persnya yang dikutip Holopis.com, Senin (14/7/2025).
Kemudian, Prasetyo Hadi juga menyebut bahwa saat ini tim ekonomi Indonesia yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sedang berada di Amerika Serikat (AS) untuk upaya negosiasi tersebut.
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump telah menetapkan pengenaan tarif impor terhadap barang-barang dari Indonesia sebesar 32%. Besaran tarif tersebut tidak mengalami perubahan dari yang diumumkan pada awal April 2025 lalu.
“Minta doanya, tim ekonomi kita sedang berada di AS dipimpin oleh Pak Menko Airlangga untuk terus melakukan upaya negosiasi supaya kebijakan pemerintah Amerika Serikat dapat ditinjau kembali sehingga memberikan keuntungan bagi perdagangan kita,” ujarnya.
Negosiasi Masih Alot
Sebelumnya diketahui, bahwa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto masih mengupayakan negosiasi tarif Trump tersebut. Hasil sementara, Airlangga mengatakan jika Amerika Serikat (AS) tengah menunda penerapan tarif 32 persen terhadap produk impor asal Indonesia yang bakal berlaku 1 Agustus 2025 mendatang.
“Waktunya (penerapan tarif 32 persen) adalah kita sebut pause. Jadi penundaan penerapan untuk menyelesaikan perundingan yang sudah ada,” kata Airlangga, Sabtu (12/7) seperti dikutip dari Antara.
Menurut Airlangga, keputusan penundaan itu merupakan hasil dari pertemuan antara pihaknya dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan Kepala Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer yang berlangsung di Washington D.C., Amerika Serikat, pada Rabu 9 Juli 2025 lalu.
Ia menjelaskan dalam pertemuan tersebut, AS dan RI sepakat bahwa usulan Indonesia akan terus berproses dalam perundingan lanjutan selama tiga minggu ke depan.
“Jadi tiga minggu ini diharapkan finalisasi daripada fine tuning (penyelarasan) daripada proposal dan fine tuning daripada apa yang sudah dipertukarkan,” ucapnya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...