Iran Diduga Pindahkan Uranium Sebelum Dibom Amerika, Ini Kata Donald Trump

0 Shares

JAKARTA – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump angkat bicara setelah ada laporan yang mengatakan Iran kemungkinan sudah memindahkan uranium yang diperkaya, sebelum mereka dibom oleh Amerika Serikat. Donald Trump mengatakan bahwa ia tidak memiliki indikasi apa pun bahwa uranium sudah dipindahkan.

“Saya dapat memberi tahu Anda, Amerika Serikat tidak memiliki indikasi apa pun terkait uranium yang diperkaya itu dipindahkan sebelum serangan, seperti yang saya lihat juga dilaporkan secara keliru,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dikutip Holopis.com, Kamis (26/6).

Mereka kemudian mengklaim bahwa jika terlihat dari lapangan, uranium tersebut sudah terkubur dibawah puing-puing akibat serangan dari Amerika Serikat yang mereka anggap sudah berhasil.

“Sedangkan untuk kean di lapangan saat ini, terkubur di bawah puing-puing sepanjang bermil-mil akibat keberhasilan serangan Sabtu malam,” kata Trump.

Apa Itu Memperkaya Uranium?

Bagi Sobat Holopis yang belum memahami secara lengkap, memperkaya uranium adalah proses peningkatan konsentrasi isotop uranium-235 yang penting dalam produksi bahan bakar nuklir,

Uranium terdiri dari dua isotop utama, yaitu uranium-238 (U-238) dan uranium-235 (U-235).

- Advertisement -

China Sedang Melewati Cuaca Ekstrim

Saat ini, cuaca ekstrim memang sedang melanda wilayah China. Puluhan ribu orang dievakuasi minggu lalu, dan hampir 70.000 orang di China direlokasi setelah banjir besar terjadi akibat Topan Wutip.

Pihak berwenang China pun mengeluarkan peringatan merah untuk banjir bandang di enam wilayah. Menurut para ilmuwan, ini bisa jadi disebabkan karena perbuahan iklim.

Hal ini diperkirakan diperburuk oleh emisi gas rumah kaca, dan membuat fenomena cuaca ekstrim lebih sering terjadi dan lebih intens.

Kemudian, pihak berwenang di Beijing minggu ini mengeluarkan peringatan suhu panas tertinggi kedua untuk ibu kota tersebut pada salah satu hari terpanas tahun ini sejauh ini.

Sebagai informasi, tahun lalu merupakan tahun terpanas yang pernah tercatat di Tiongkok dan empat tahun terakhir merupakan tahun terhangat yang pernah ada.

Perlu dicatat Sobat Holopis, China merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, tetapi juga merupakan pusat energi terbarukan, yang berupaya mengurangi emisi karbon dioksida hingga nol bersih pada tahun 2060.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU