Profil Greta Thunberg, Aktivis Swedia yang Rela Berlayar ke Gaza Demi Beri Bantuan

0 Shares

JAKARTAGreta Thunberg dikenal sebagai salah satu aktivis iklim paling berpengaruh di dunia. Sejak usia remaja, ia telah menjadi simbol perlawanan terhadap kelambanan pemimpin dunia dalam menangani krisis iklim. Aksinya yang dimulai dari mogok sekolah di depan parlemen Swedia menjelma menjadi gerakan global lintas negara dan generasi.

Saat ini Greta baru saja ditahan oleh pasukan militer Israel setelah ia dan para aktivis terkemuka lainnya berlayar ke Gaza demi mengirimkan bantuan ke Gaza, setelah Israel melakukan aksi blokade yang membuat bala bantuan kepada masyarakat Palestina tidak bisa dikirimkan.

Biodata Greta Thunberg

  • Nama lengkap: Greta Tintin Eleonora Ernman Thunberg
  • Tanggal lahir: 3 Januari 2003
  • Tempat lahir: Stockholm, Swedia
  • Kewarganegaraan: Swedia
  • Pekerjaan: Aktivis Iklim
  • Tahun aktif: 2018–sekarang
  • Gerakan yang didukung: Climate Movement, Fridays for Future, Pro-Palestina, Freedom Flotilla (Juni 2025)

Latar Belakang

Greta Thunberg lahir di Stockholm, Swedia, dari keluarga seniman dan penampil. Ia mulai menunjukkan kepedulian terhadap perubahan iklim sejak usia dini. Kesadarannya yang tajam tentang krisis lingkungan mendorongnya untuk memengaruhi keluarganya sendiri agar mengubah gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan. Langkah awal ini menjadi titik tolak dari keterlibatannya dalam gerakan iklim.

Perjalanan Karier Aktivisme

Pada Agustus 2018, saat berusia 15 tahun, Greta memulai aksi mogok sekolah di depan parlemen Swedia sebagai bentuk protes terhadap ketidaktegasan pemerintah dalam mengatasi perubahan iklim. Dengan membawa papan bertuliskan Skolstrejk för klimatet (Mogok Sekolah untuk Iklim), ia menarik perhatian media nasional dan internasional. Setelah pemilu Swedia, ia bersumpah akan terus melakukan aksi mogok setiap hari Jumat hingga negaranya mematuhi Kesepakatan Paris.

Aksi tunggal Greta menginspirasi ribuan pelajar lain di seluruh dunia untuk bergabung dalam gerakan Fridays for Future, yang kemudian berkembang menjadi jaringan global protes iklim oleh generasi muda. Ia berbicara dalam berbagai forum internasional termasuk Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP24) dan KTT Aksi Iklim PBB 2019. Dalam pidatonya di New York, kalimat “How dare you” yang ditujukan kepada pemimpin dunia menjadi viral dan memperkuat citranya sebagai suara tegas generasi muda.

Untuk mengurangi jejak karbonnya, Greta menolak naik pesawat dan memilih menyeberangi Atlantik dengan kapal layar nol emisi ketika menghadiri forum di Amerika Serikat. Keputusan ini memperkuat pesan yang ia sampaikan: perubahan harus dimulai dari tindakan nyata, bukan hanya retorika.

- Advertisement -

Aksi dan Isu yang Didukung

Setelah lulus dari sekolah menengah pada 2023, Greta terus melanjutkan aksinya dengan cara yang lebih tegas. Selain aksi damai, ia juga terlibat dalam bentuk pembangkangan sipil seperti menolak perintah pembubaran, yang menyebabkan beberapa penahanan dan proses hukum. Aksinya kini juga mencakup dukungan terhadap isu-isu internasional seperti konflik di Ukraina, Palestina, Armenia, dan Sahara Barat.

Greta turut ambil bagian dalam misi Freedom Flotilla pada Juni 2025, sebuah aksi solidaritas kemanusiaan yang menentang blokade terhadap wilayah Gaza. Keikutsertaannya menunjukkan bahwa perhatian Greta kini meluas ke isu hak asasi manusia dan keadilan global.

Pengaruh dan Pengakuan

Greta Thunberg telah menjadi tokoh global yang dikenal karena keberaniannya berbicara lantang di forum internasional. Media menyebut dampaknya sebagai Greta effect, merujuk pada pengaruhnya terhadap kesadaran iklim generasi muda dan para pemimpin dunia.

Ia telah menerima berbagai penghargaan, termasuk:

• Masuk dalam daftar Time’s 100 Most Influential People
• Menjadi Time Person of the Year termuda pada 2019
• Termasuk dalam daftar Forbes The World’s 100 Most Powerful Women (2019)
• Beberapa kali dinominasikan untuk Nobel Perdamaian

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU