BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter, Nelayan Diminta Waspada

0 Shares

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode 1 hingga 4 Mei 2025.

Peringatan ini dipicu oleh keberadaan bibit siklon 99W yang terpantau di Samudra Pasifik, tepatnya di timur laut Maluku Utara, dengan tekanan udara 1008 hPa. Keberadaan bibit siklon ini menyebabkan peningkatan kecepatan angin yang berdampak langsung pada tinggi gelombang di beberapa perairan nasional.

“Bibit Siklon 99W (5.8°LU 130.6°BT) 1008 hPa di Samudra Pasifik timur laut Maluku Utara memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang,” tulis BMKG dalam rilis resmi yang diterima Holopis.com, Kamis (1/5).

Menurut BMKG, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara ke timur dengan kecepatan antara 6 hingga 15 knot. Sementara itu, di wilayah selatan, angin bertiup dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan mencapai 10 hingga 25 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Arafuru dan Samudra Hindia selatan Bali hingga NTT (Nusa Tenggara Timur),” tandas BMKG.

Kondisi angin ini berpotensi menimbulkan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa wilayah perairan seperti Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Laut Banda, Laut Arafuru bagian tengah, barat, dan timur, serta Laut Flores.

- Advertisement -

Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, yakni antara 2,5 hingga 4 meter, diperkirakan akan terjadi di perairan Samudra Hindia barat Bengkulu, selatan Banten, selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, selatan DI Yogyakarta, selatan Bali, selatan Nusa Tenggara Barat (NTB), selatan NTT, hingga barat Lampung.

BMKG menegaskan, potensi gelombang tinggi ini dapat berdampak pada keselamatan pelayaran, khususnya bagi para pelaku transportasi laut seperti nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, dan kapal lainnya.

Untuk itu, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang menggunakan moda transportasi laut. BMKG memberikan rincian batas aman bagi masing-masing moda, di antaranya:

  • Perahu Nelayan: Kecepatan angin di atas 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter.
  • Kapal Tongkang: Kecepatan angin di atas 16 knot dan gelombang lebih dari 1,5 meter.
  • Kapal Ferry: Kecepatan angin melebihi 21 knot dengan gelombang lebih dari 2,5 meter.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” pungkas BMKG.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU