Jokowi Klaim Tidak Ada Negara Lain Kalahkan Rekor Terbanyak Indonesia Tangkap Pejabat Korupsi

645
0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Jokowi (Joko Widodo) mengklaim sudah ada ribuan pejabat negara yang telah masuk dalam bui akibat kasus korupsi yang telah dilakukannya sejak tahun 2004 hingga saat ini.

Dalam peringatan Hari Anti Korupsi Dunia, Jokowi pun mengungkapkan tidak bakal ada negara manapun yang bisa menyaingi Indonesia dalam memenjarakan para pejabatnya karena diduga telah melakukan tindakan korupsi hingga akhirnya masuk bui.

“Kita tahu di negara kita periode 2004- 2022 sudah banyak sekali dan terlalu banyak pejabat-pejabat kita yang sudah tangkap dan dipenjara. Tidak ada negara lain yang menangkap dan memenjarakan sebanyak di negara kita di Indonesia,” kata Jokowi dalam pidatonya yang dikutip Holopis.com, Selasa (12/12).

Jokowi kemudian membeberkan data yang dimilikinya ketika ternyata ada ribuan pejabat dari berbagai instansi yang sudah bergiliran keluar-masuk penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Catatan saya, 2004 – 2022 yang dipenjarakan karena tindak pidana korupsi ada 344 pimpinan dan anggota DPR dan DPRD. Itu termasuk ketua DPR dan juga ada 38 menteri dan kepala lembaga, ada 24 gubernur dan 162 bupati dan walikota. Ada 31 hakim, termasuk hakim konstitusi ada 8 komisioner, diantara KPU, KPPU dan KY, dan juga ada 415 dari swasta dan 363 dari birokrat terlalu banyak,” jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun kemudian menegaskan, perbuatan para pejabat koruptor tersebut telah membuat perekonomian bangsa menjadi rusak.

- Advertisement -

“Korupsi adalah kejahatan luar biasa menghambat pembangunan merusak ekonomi bangsa juga bisa menyengsarakan rakyat,” imbuhnya.

Mantan Wali Kota Solo itu pun kemudian mengakui, hasil penangkapan yang telah dilakukan sejumlah aparat hukum kemudian tidak cukup efektif dalam memberantas korupsi di Indonesia sampai dengan saat ini.

“Banyak sekali, sekali lagi carikan negara lain yang memenjarakan sebanyak di Indonesia. Dengan begitu banyaknya orang pejabat yang dipenjarakan apakah korupsi bisa berhenti? berkurang? Ternyata sampai sekarang pun masih kita temukan banyak kasus korupsi,” tegasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU