JAKARTA – Kuasa hukum Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa), Abdul Gofur Sangaji menegaskan kembali bahwa alasan utama mengapa dua kliennya itu ngotot untuk meneliti ijazah Joko Widodo (Jokowi), karena ada indikasi bahwa dokumen akademik yang pernah dijadikan berkas persyaratan pencalonan Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden Republik Indonesia dua periode bermasalah.
“Kenapa Mas Roy dan Bu Tifa tidak meneliti ijazah presiden yang lain misalnya; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau Presiden Gus Dur, misalnya. Atau Presiden Megawati atau Presiden siapa lagi yang hari ini berkuasa Pak Prabowo Subianto, karena mereka memang tidak ada indikasi,” kata Gofur dalam talkshow ILC yang dikutip oleh Holopis.com, Jumat (26/6/2026).
Dalam argumentasinya, para mantan Presiden sebelumnya selain Jokowi, termasuk Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai Presiden definitif, tidak terdapat indikasi ijazah mereka bermasalah.
Bahkan seluruh dokumen ijazah patut diduga asli karena latar belakang pendidikan mereka yang jelas dan tanpa keraguan. Sebut saja Presiden Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan purnawirawan jenderal TNI yang memiliki latar belakang pendidikan militer.
Begitu juga Presiden KH Abdurrahman Wahid alias almarhum Gus Dur. Gofur Sangaji mengatakan bahwa latar belakang pendidikannya pun jelas, yakni lulusan Universitas Baghdad, Irak.
Begitu juga dengan Megawati Soekarnoputri. Ia menyatakan bahwa latar belakangnya sangat jelas, sebagai seorang aktivis politik yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan. Sementara Jokowi, terdapat indikasi bahwa ijazahnya palsu dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Indikasi inilah yang menjadi latar belakang mengapa dua kliennya tetap konsisten dan ngotot untuk melakukan penelitian secara khusus.
“Bapak Presiden Joko Widodo, kemudian ditemukan ada indikasi. Indikasi inilah yang membuat Mas Roy dan Bu Tifa tertarik untuk meneliti ijazah ini,” ujarnya.

Abdul Gofur Sangaji mengklaim bahwa langkah yang dilakukan Roy Suryo dan Dokter Tifa tidak semata untuk menjatuhkan harkat dan martabat Joko Widodo sebagai sosok besar dan orang penting di Republik Indonesia. Akan tetapi menjadi jembatan untuk menjawab keraguan publik apakah benar ijazah Jokowi asli atau palsu.
“Jadi ini bukan karena mas Roy dan Bu Tifa untuk mempermalukan Pak Joko Widodo, tidak. Apalagi mencemarkan nama baik Pak Joko Widodo, tidak. Tetapi mereka meneliti ini untuk menjawab keinginan publik selama bertahun-tahun apakah ijazah ini asli atau palsu,” tukasnya.
Dan mengapa langkah Roy dan Tifa terus berlanjut, karena ketika diminta untuk transparan dan bersikap negarawan, Joko Widodo pun sampai dengan saat ini tidak pernah bersedia untuk menunjukkan dokumen utama ijazah Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada tersebut ke publik.
“Dan yang bersangkutan pun tidak pernah punya sikap negarawan untuk menunjukkan ijazahnya itu kepada publik,” pungkas Gofur.

