“Saya kira salah satu untuk yang menjadi prioritas untuk penyelesaian dari programnya Bapak Presiden adalah Papua, ya. Apakah itu dari sisi kesejahteraan, apakah itu dari sisi gangguan keamanan,” ujarnya.
Tandyo turut menyinggung perkembangan situasi keamanan di Maybrat. Ia berharap langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dan aparat dapat mendorong pihak-pihak yang masih melakukan gangguan keamanan untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan tersebut menempatkan persoalan Papua sebagai bagian dari agenda yang akan mendapat perhatian dalam pelaksanaan tugas TNI AD.
Tandyo Tegaskan TNI AD Taat Konstitusi
Dalam menjalankan tugasnya sebagai KSAD, Tandyo menegaskan bahwa TNI AD akan tetap berpedoman pada konstitusi dan ketentuan yang berlaku.
Ia menyebut pelaksanaan tugas institusi militer harus mengikuti aturan yang ditetapkan negara.
“Sekarang kan tentara itu kan taat konstitusi ya. Sekarang konstitusinya masih bicara itu, kita ikut. Nanti negara membuat seperti apa? Itu yang kita ikutin, ya,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan Tandyo mengenai pentingnya kepatuhan terhadap konstitusi dalam menjalankan tugas TNI AD, termasuk ketika mendukung program pemerintah dan membantu penanganan persoalan di berbagai daerah.



