HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dua unit helikopter tempur Mi-35M buatan Rusia kini memperkuat jajaran TNI Angkatan Darat. Bukan sekadar menambah kekuatan alutsista, helikopter ini juga disiapkan untuk menjalankan misi kemanusiaan dan mengirim logistik ke wilayah Papua yang sulit dijangkau.
Kedua Mi-35M tersebut telah berada di Pangkalan Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) Semarang sejak September 2026. Operasionalnya direncanakan mulai berjalan pada Oktober 2026.
Wilayah pegunungan Papua menjadi salah satu alasan utama TNI AD menyiapkan helikopter tersebut.
Medan yang didominasi perbukitan dan pegunungan membuat distribusi bantuan melalui jalur darat tidak selalu mudah. Kondisi ini juga membuat akses penerbangan menjadi penting untuk membawa kebutuhan masyarakat di daerah terpencil.
Mi-35M nantinya dapat dimanfaatkan untuk membawa logistik dan bantuan kemanusiaan, sekaligus mendukung mobilitas personel TNI AD di wilayah yang sulit dijangkau.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan kemampuan angkut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengadaan helikopter tersebut.
“Kita punya heli yang bisa mengangkat beban secara spek bisa sampai 5 ton. Tapi kalau ketinggian, mungkin kita amannya 3 ton,” jelasnya dalam keterangan yang dikutip Holopis.com, Kamis (8/10/2026).
Menurut Maruli, kemampuan tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses penerbangan di kawasan pegunungan Papua.
Secara spesifikasi, Mi-35M memiliki kemampuan membawa beban hingga sekitar 5 ton, meski kapasitas operasional di wilayah dengan ketinggian ekstrem akan disesuaikan dengan kondisi penerbangan.
Selain mengangkut logistik, helikopter ini juga dapat digunakan untuk mendukung pergerakan personel.
Keberadaan Mi-35M sekaligus mengurangi ketergantungan TNI AD terhadap penggunaan helikopter sewaan dari pihak luar negeri untuk mendukung kebutuhan operasional di wilayah sulit seperti Papua.
Bukan Cuma untuk Operasi Militer
Meski Mi-35M dikenal sebagai helikopter serang, penggunaannya oleh TNI AD juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan non-tempur.
Distribusi bahan kebutuhan masyarakat, pengiriman bantuan kemanusiaan hingga mobilitas personel menjadi bagian dari fungsi yang disiapkan.
Dengan kemampuan membawa muatan dan beroperasi di medan yang sulit, helikopter ini diharapkan dapat mempercepat bantuan menuju daerah yang selama ini terkendala akses transportasi.



