HOLOPIS.COM, MAKASSAR – Seorang pria berinisial SU (21) menghabisi nyawa istrinya sendiri, ANA (24), di sebuah rumah indekos di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Korban tewas setelah mengalami luka di bagian leher yang diduga dilakukan menggunakan sebilah badik usai keduanya terlibat pertengkaran.
Peristiwa itu terjadi di sebuah indekos di Jalan Manuruki 6, Lorong 1, Kecamatan Tamalate, pada Minggu (14/6) malam.
Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Wawan Suryadinata mengatakan, sebelum kejadian pasangan suami istri tersebut sempat terlibat cekcok di dalam kamar tempat kejadian perkara.
“Sebelum kejadian terjadi pertengkaran antara korban dan pelaku di dalam kamar,” ujar Wawan kepada wartawan, Senin (15/6).
Menurut keterangan penyidik, saat emosi memuncak, pelaku mengambil badik yang disimpan di lemari kamar lalu menyerang korban yang saat itu berada di dalam kamar.
“Setelah emosi, pelaku mengambil badik di dalam lemari dan menggorok leher korban yang sementara duduk,” katanya.
Korban dilaporkan langsung terjatuh setelah terkena serangan. Polisi menyebut pelaku sempat membalikkan tubuh korban sebelum meninggalkan lokasi.
“Korban tersungkur dan pelaku sempat membalikkan tubuh korban,” lanjut Wawan.
Usai kejadian, SU melarikan diri menuju rumah keluarganya.
Namun, aparat dari Tim URC Resmob Polda Sulsel berhasil menangkap pelaku sekitar satu jam setelah insiden terjadi di kawasan Jalan Sultan Alauddin, Makassar.
“Selesai melakukan aksinya, pelaku kabur ke rumah keluarganya dan kemudian berhasil diamankan satu jam setelah kejadian,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengungkap dugaan persoalan rumah tangga menjadi pemicu pertengkaran tersebut.
Pelaku disebut sempat dipersoalkan karena diduga berselingkuh dan mengaku tersulut emosi saat terjadi adu mulut.
“Pelaku ketahuan selingkuh oleh istrinya. Jadi keduanya berantem. Istrinya mengeluarkan kata-kata kotor dan menurut keterangan pelaku dia emosi,” ungkap Wawan.
Selain itu, pelaku juga menyampaikan bahwa hubungan rumah tangga mereka belakangan sering diwarnai konflik. Korban disebut ingin berpisah karena pelaku belum memiliki pekerjaan tetap.
“SU menerangkan bahwa ia melakukan pembunuhan ini dikarenakan korban ingin pisah dengan alasan pelaku tidak ada pekerjaan tetap dan sering berbicara kotor kepada pelaku,” ujarnya.
Polisi juga masih mendalami pengakuan pelaku yang menyebut dirinya beberapa kali mendapat ancaman dari korban sebelum peristiwa terjadi.
“SU menerangkan bahwa ia menusuk korban dikarenakan belakangan ini sering diancam ingin dibunuh oleh istrinya,” tutup Wawan.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...