JAKARTA, HOLOPIS.COM – Tangis Asri Welas pecah saat melayat ke rumah duka Guruh Soekarnoputra. Bagi Asri, sang maestro bukan sekadar guru, tapi sosok pengganti ayah.
Kesedihan mendalam dirasakan Asri Welas saat datang ke rumah duka Guruh Soekarnoputra di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026).
Air mata aktris sekaligus penari itu tak terbendung ketika mengingat sosok Guruh yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Bukan cuma mentor di dunia seni, Guruh bagi Asri juga telah menjelma sebagai figur ayah.
Kedekatan tersebut bermula ketika Asri masih berusia 11 tahun.
Pada 1989, ia mengikuti proses seleksi di lingkungan seni Guruh Soekarnoputra dan berhasil terpilih sebagai salah satu dari tiga penari.
Sejak berada di bawah bimbingan Guruh, Asri tak hanya mendapat pelajaran mengenai tari.
Ia juga banyak menyerap nilai tentang kecintaan terhadap Indonesia dan kebudayaannya.
Batik, kebaya, hingga seni tradisional menjadi bagian dari kecintaan Asri yang tumbuh dari proses panjang tersebut.
“Dari umur 11 tahun saya belajar banyak hal dari Mas Guruh. Saya sampai cinta banget sama Indonesia, cinta batik, kebaya, dan seni karena beliau,” kata Asri dengan suara bergetar.
Ada pula satu ucapan Guruh yang terus melekat dalam ingatan Asri.
Sang maestro pernah meyakini bahwa dirinya akan meraih sesuatu ketika sudah dewasa.
Saat itu, ucapan tersebut bahkan sempat menjadi bahan candaan teman-temannya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...