JAKARTA – Film anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle mencetak sejarah baru di box office Jepang. Bagian pertama dari trilogi Infinity Castle ini langsung melejit ke puncak tangga penjualan tiket dan pendapatan saat tayang perdana.
Dalam tiga hari pertama sejak dirilis di Jepang, film ini berhasil meraup pendapatan sebesar 5,52 miliar yen atau sekitar Rp614,1 miliar, dengan total penjualan tiket mencapai 3,84 juta lembar. Angka tersebut menjadikannya sebagai film dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa di Jepang untuk periode akhir pekan penayangan perdana.
Pada hari pertama, film ini mencatat penjualan tiket sebanyak 1,15 juta dengan pendapatan sebesar 1,64 miliar yen (Rp182,7 miliar). Di hari kedua dan ketiga, angka terus meningkat, masing-masing sebesar 1,84 miliar yen (Rp204,9 miliar) dan 2,03 miliar yen (Rp225,8 miliar).
Keberhasilan ini juga menempatkan Infinity Castle di posisi kedua sebagai film terlaris di Jepang sepanjang tahun 2025, hanya berada di bawah Detective Conan: One-eyed Flashback. Namun menariknya, film ini berhasil mengumpulkan hampir setengah dari total pendapatan Detective Conan hanya dalam satu akhir pekan saja.
Pencapaian ini bahkan melampaui rekor internal waralaba Demon Slayer sendiri, mengalahkan film Mugen Train yang pada 2020 mencetak 4,62 miliar yen (sekitar Rp514 miliar) dalam tiga hari penayangan.
Disutradarai oleh Haruo Sotozaki dan diproduksi oleh studio animasi Ufotable, Infinity Castle membawa penonton kembali ke dunia pertarungan sengit antara Tanjiro Kamado dan pasukan pembasmi iblis melawan ancaman terbesar mereka yakni Muzan Kibutsuji di benteng tak terbatas yang menjadi latar cerita kali ini.
Film ini menjadi salah satu rilisan paling dinanti oleh para penggemar anime global, termasuk di Indonesia. Menurut jadwal, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle akan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Agustus 2025.
Dengan animasi berkualitas tinggi, alur cerita yang emosional, serta basis penggemar yang solid, tak heran jika film ini mampu menarik jutaan penonton dalam waktu singkat. Infinity Castle tidak hanya merayakan kejayaan Demon Slayer sebagai fenomena budaya pop, tapi juga membuktikan kekuatan industri animasi Jepang di panggung dunia.



