Fauzan menilai kritik historis tersebut relevan sebagai pengingat bahwa penguatan pasar finansial tidak selalu identik dengan perbaikan ekonomi secara menyeluruh.
“Yang harus dipastikan adalah modal semakin terhubung dengan industrialisasi, pengembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah. Mempertahankan label Emerging Market itu bonus, bukan tujuan strategis Indonesia. Tujuan akhirnya adalah membangun ekonomi produktif yang memiliki posisi tawar lebih kuat di tengah situasi dunia yang semakin berbahaya,” tandasnya.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...