Dia memberikan dukungan kepada petugas yang masih berjibaku memadamkan api di lapangan.
Sherina juga membawa bantuan logistik bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) untuk membantu memenuhi kebutuhan petugas pemadam selama menjalankan tugas.
Selanjutnya, Sherina mendatangi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk berkoordinasi mengenai lokasi yang akan menjadi sasaran penanganan berikutnya.
Dalam perjalanan, dia melihat bekas kebakaran di kawasan jalan lingkar luar.
Meski api utama disebut telah dipadamkan, masih terdapat sejumlah titik api kecil dan lahan yang menghitam akibat terbakar.
Sherina khawatir titik api tersebut kembali membesar apabila tertiup angin.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan betapa besar dampak asap yang bisa ditimbulkan meski sumber api terlihat kecil.
“Aku melihat api yang sekecil itu aja, impact asapnya sudah parah banget. Aku nggak kebayang warga di sana terdampaknya seperti apa tiap hari,” tuturnya.
Kepedulian Sherina juga menyasar upaya konservasi orangutan.
Dia dijadwalkan mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng untuk melihat langsung kondisi kawasan konservasi di tengah kepungan asap.
Dalam kunjungan tersebut, Sherina ingin mengetahui bagaimana aktivitas sekolah hutan tetap berjalan serta dampak kabut asap terhadap kandang orangutan.
Dia juga ingin melihat langkah pencegahan yang dilakukan pengelola untuk melindungi sekitar 200 individu orangutan yang berada di pusat rehabilitasi.
Setelah itu, Sherina berencana kembali bersama Dinas Kehutanan untuk menemui tim pemadam dan menyerahkan bantuan logistik.



