Dia juga dijadwalkan menuju Tambore, sekitar 2,5 jam perjalanan dari Palangka Raya.
Menurut Sherina, kawasan tersebut menghadapi persoalan kebakaran yang berulang.
Api yang sudah dipadamkan bisa kembali muncul sehingga proses penanganan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Di lokasi itu, dia akan melihat langsung upaya petugas memadamkan api, termasuk pembuatan sumur untuk memenuhi kebutuhan air.
Proses pemadaman bahkan dapat berlangsung hingga dini hari.
Kunjungan Sherina menjadi bentuk dukungan langsung kepada petugas sekaligus upaya melihat dampak karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan.
Di tengah kepulan asap yang masih mengganggu, persoalan kebakaran hutan dan lahan tak hanya menyangkut api, tetapi juga kesehatan warga serta keberlangsungan ekosistem dan satwa liar.



