Sebut Pidato Prabowo Sesuai Realita, Influencer Eko Widodo Beberkan Fakta Pengaruh Dolar di Pedesaan

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

JAKARTA – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya yang menyebut bahwa “orang desa tidak menggunakan dolar” belakangan menjadi viral dan memicu perdebatan publik. Menanggapi riuh rendah opini tersebut, influencer dan pengamat media sosial, Eko Widodo, pasang badan dan menilai pernyataan Presiden sangat tepat serta sesuai dengan realita di lapangan.

Melalui akun X resminya, @ekowboy2, Eko mengkritik balik para pengamat yang dinilainya sengaja membangun narasi negatif tanpa melihat fakta yang terjadi di masyarakat bawah.

“Pernyataan Prabowo ‘orang desa tidak pakai dolar’ sangat tepat dan valid. Justru banyak pengamat plenger yang memberikan framing negatif tanpa melihat realita di lapangan!!” tulis Eko Widodo dalam unggahannya, Minggu (17/5/2026).

Bantah Isu Harga Tempe dan Minyak Goreng Akibat Dolar

Eko kemudian membedah beberapa argumen pengamat yang kerap mengaitkan pelemahan kurs rupiah terhadap dolar dengan kesengsaraan rakyat kecil. Salah satu yang ia soroti adalah klaim mengenai melonjaknya harga tempe akibat impor kedelai.

Menurut Eko, fakta di lapangan menunjukkan tidak ada kenaikan signifikan pada komoditas pangan impor meskipun nilai rupiah sedang fluktuatif. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga tempe lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor domestik lain, bukan karena dampak langsung dari kurs dolar.

Hal serupa juga ia temukan pada komoditas minyak goreng. Eko menjelaskan bahwa fluktuasi harga minyak goreng bukan dipicu oleh melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS, melainkan karena pergerakan harga komoditas global.

“Kenaikan harganya bukan karena rupiah melemah, melainkan karena harga komoditas global termasuk CPO (minyak kelapa sawit mentah) memang sedang naik akibat dampak perang dan gangguan pasokan dunia. Ini adalah fenomena global, bukan semata-mata masalah nilai tukar rupiah,” paparnya.

Minta Stop Menakut-nakuti Rakyat dengan Framing Politik

Di akhir pernyataannya, Eko Widodo menekankan bahwa roda ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat di pedesaan jauh lebih sensitif terhadap harga barang riil dalam satuan rupiah dibandingkan dengan dinamika kurs global.

Ia pun menyayangkan adanya pihak-pihak yang terus menggunakan isu ekonomi ini sebagai alat politik untuk memicu kepanikan di masyarakat bawah.

“Intinya, kehidupan masyarakat bawah, terutama di desa, jauh lebih dipengaruhi harga barang kebutuhan sehari-hari dalam rupiah daripada fluktuasi dolar. Oleh karena itu, narasi yang terus-menerus menakut-nakuti dengan ‘pelemahan rupiah akan hancurkan rakyat kecil’ perlu dilihat ulang dengan data dan fakta yang lebih jernih, bukan sekadar framing politik!” pungkasnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU