DKI Jakarta mencatatkan investasi Rp89,1 triliun, sedangkan Kalimantan Barat mencapai Rp42,7 triliun.
“Untuk PMA, Jawa Barat menjadi tujuan pertama dengan nilai Rp139,2 triliun. Kemudian Sulawesi Tengah sebesar Rp110 triliun karena adanya hilirisasi, Maluku Utara sebesar Rp91,9 triliun, DKI Jakarta sebesar Rp89,1 triliun, dan Kalimantan Barat sebesar Rp42,7 triliun,” tuturnya.
Hampir 2,2 Juta Tenaga Kerja Terserap
Di luar nilai penanaman modal, realisasi investasi juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.
Rosan menyebut investasi sepanjang Januari hingga September 2026 telah menyerap 2.194.496 tenaga kerja.
“Ini untuk Januari sampai dengan September 2026 sehingga total penyerapan tenaga kerja itu mencapai 2.194.496 orang,” terangnya.
Angka tersebut menjadi salah satu indikator dampak investasi terhadap perekonomian, meski besarnya nilai investasi dan jumlah tenaga kerja yang terserap tidak serta-merta menggambarkan pemerataan manfaat di seluruh wilayah.
Investasi Hilirisasi Tembus Rp480 Triliun
Rosan turut memaparkan perkembangan investasi di sektor hilirisasi. Hingga triwulan III 2026, realisasi investasi di sektor ini mencapai Rp480 triliun, tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Nilainya setara dengan 31,2 persen dari total realisasi investasi nasional. Sektor mineral masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp335,1 triliun, mencakup komoditas seperti nikel, bauksit, besi baja, tembaga, dan pasir silika.
Selain mineral, investasi hilirisasi juga berasal dari sektor perkebunan dan kehutanan sebesar Rp83,6 triliun. Sektor minyak dan gas bumi mencatatkan Rp54 triliun, sedangkan perikanan dan kelautan mencapai Rp7,3 triliun.
“Yang paling tinggi memang masih mineral dengan nilai Rp335,1 triliun, di dalamnya ada nikel, bauksit, besi baja, tembaga, pasir silika, dan lainnya. Selain itu, terdapat hilirisasi perkebunan dan kehutanan sebesar Rp83,6 triliun, minyak dan gas bumi Rp54 triliun, dan perikanan dan kelautan Rp7,3 triliun,” pungkas dia.
Dengan capaian Rp1.539,2 triliun hingga akhir September, realisasi investasi Indonesia telah melewati tiga perempat target tahunan sebesar Rp2.041,3 triliun. Pemerintah masih perlu mengejar sisa target sebesar Rp502,1 triliun hingga akhir 2026.



