Nama Sjafrie memang sempat muncul dalam pemberitaan mengenai bursa calon presiden 2029. Namun, kemunculan nama seseorang dalam survei politik tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa yang bersangkutan telah memiliki keputusan atau agenda untuk maju dalam kontestasi tersebut.
Fernando menilai apabila Sjafrie nantinya benar-benar terkena reshuffle, keputusan itu dapat dibaca sebagai bentuk evaluasi Presiden terhadap arah dan kinerja kabinet.
“Kalau Sjafrie terkena reshuffle tentu karena Prabowo melihat bahwa Sjafrie sudah tidak sejalan lagi dan dianggap melakukan manuver yang membuat pemerintahan Prabowo mendapatkan sorotan dari publik serta memberikan dampak tidak baik,” tuturnya.
Meski demikian, hingga 1 Oktober 2026 belum ada keputusan resmi mengenai pencopotan Sjafrie dari posisi Menteri Pertahanan. Dalam reshuffle yang berlangsung pada hari tersebut, Sjafrie justru masih tercatat sebagai Menhan.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan juga masih memuat Sjafrie sebagai Menteri Pertahanan dalam profil resminya.
Karena itu, kemungkinan pencopotan Sjafrie pada reshuffle lanjutan masih merupakan spekulasi dan pandangan politik Fernando Emas, bukan keputusan resmi Presiden Prabowo.
Fernando berharap jika reshuffle lanjutan benar-benar dilakukan, perubahan komposisi kabinet dapat diarahkan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.
“Semoga saja reshuffle Oktober jilid 2 yang dilakukan oleh Presiden Prabowo akan memperbaiki kinerja para anggota Kabinet Merah Putih,” pungkas Fernando.



