Hari Purwanto Minta Prabowo Serius Berantas Korupsi: Jangan Terkecoh Pembantu

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk konsisten menjalankan komitmen pemberantasan korupsi sekaligus memastikan kebijakan pemerintah tidak dipengaruhi kepentingan kelompok tertentu.

Hal tersebut disampaikan Hari dalam dialog terbuka di podcast Sinkos Indonesia. Ia mengingat kembali pesan Prabowo pada awal pemerintahannya mengenai pemberantasan korupsi.

“Saya ingat pesan Presiden di awal pemerintahan, ikan busuk dari kepala,” kata Hari seperti dikutip Holopis.com, Jumat (2/10/2026).

Menurut Hari, pernyataan tersebut semestinya menjadi sinyal bahwa Presiden Prabowo serius dalam memberantas korupsi.

Ia kemudian menyoroti keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menurutnya sejak awal dibentuk sebagai lembaga ad hoc atau sementara.

Hari berpandangan, apabila KPK dinilai sudah tidak efektif dan hanya menjadi alat politik, keberadaannya perlu dievaluasi.

“Tapi KPK yang kita tahu sama-sama tahu ini terbentuk sebagai lembaga ad hoc, sementara. Ini semestinya kalau memang sudah tidak efektif dan cuma menjadi alat politik dan hanya menghambur-hamburkan APBN, bahkan menjadi beban APBN, sekali lagi beban APBN, KPK hanya menjadi beban APBN, lebih baik dialihkan, alihkan buat pendidikan, agenda Presiden,” ujarnya.

Selain persoalan pemberantasan korupsi, Hari juga menyoroti kebijakan pemerintah di sektor energi. Ia secara khusus menyampaikan pesannya kepada Komisaris Utama/Independen di Mining Industry Indonesia (MIND ID) Fuad Bawazier yang disebutnya berada dalam lingkup kekuasaan.

Hari meminta Fuad serius mengawal kebijakan energi dan mengingatkan agar Presiden tidak sampai terkecoh oleh pembantu-pembantunya.

“Nah, salah satu lagi mumpung ada Pak Fuad, yang di kekuasaan. Pak Fuad sendiri juga harus serius, Pak Fuad punya jabatan, rezim energi tadi,” katanya.

Menurut Hari, terdapat sejumlah kebijakan terkait pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) khusus sektor energi yang perlu mendapatkan perhatian.

Ia menyebut adanya BLU khusus minyak dan gas (migas) yang menurutnya telah berjalan melalui Peraturan Presiden. Selain itu, ia menyinggung rencana BLU yang berkaitan dengan sektor batu bara.

“Satu catatan Pak Fuad, jangan sampai Presiden terkecoh kepada pembantunya,” ujar Hari.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU