Pertemuan Joint AMM-AEM : Indonesia Serukan ASEAN Solid dan Terbuka di Tengah Ketidakpastian Global

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, ASEAN harus tetap terbuka dan tangguh di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik dan gangguan rantai pasok dunia. Menurut Mendag Busan, koordinasi antara pilar ekonomi dan politik ASEAN menjadi kunci untuk memastikan kawasan mampu merespons berbagai guncangan global secara cepat, terukur, dan kolektif.

Penegasan tersebut disampaikan Mendag Busan saat memberikan intervensi pada Pertemuan Gabungan Menteri Luar Negeri dan Menteri Ekonomi ASEAN (Joint ASEAN Foreign and Economic Ministers’ Meeting/AMM-AEM Meeting) di Cebu, Filipina, Rabu (7/5). Pertemuan di antaranya membahas pandangan ekonomi global dan regional serta dampak krisis Timur Tengah terhadap kawasan ASEAN. Pertemuan berlangsung dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. Mendampingi Mendag Busan, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Johni Martha.

“ASEAN perlu menunjukkan kepada komunitas bisnis dan internasional bahwa kawasan ini tetap terbuka, tangguh, dan mampu menjaga stabilitas perdagangan serta rantai pasok di tengah ketidakpastian geopolitik global,” ujar Mendag Busan, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.

Mendag Busan menyampaikan, Indonesia mendorong penguatan kerja sama ketahanan energi dan pangan ASEAN sebagai prioritas strategis kawasan. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan produksi, memastikan keamanan pasokan, serta mempertahankan kelancaran arus perdagangan barang-barang esensial.

Selain itu, Indonesia juga menekankan pentingnya diversifikasi sumber pasokan energi, penguatan sistem peringatan dini (early warning system), serta peningkatan pertukaran informasi antarnegara ASEAN guna mengantisipasi potensi krisis pangan dan energi di masa mendatang.

Dalam forum tersebut, Indonesia turut mendorong penguatan perdagangan intra-ASEAN melalui percepatan ratifikasi Second Protocol to ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA). Langkah ini dipandang penting untuk memperkuat ketahanan rantai pasok kawasan di tengah meningkatnya fragmentasi ekonomi global.

“Penguatan perdagangan intra-ASEAN dan fasilitasi perdagangan menjadi instrumen penting untuk menjaga kelancaran arus pangan, energi, dan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat kawasan,” kata Mendag Busan.

Lebih lanjut, Indonesia juga menegaskan pentingnya memperluas kerja sama perdagangan ASEAN dengan mitra strategis. Hal tersebut mencakup percepatan penyelesaian ASEAN–Canada Free Trade Agreement (ACaFTA) serta optimalisasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Achmad Husin Alifiah
Tim Penulis & Editor
Achmad Husin Alifiah
Apresiasi untuk Achmad Husin Alifiah

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU