Di tengah gangguan tersebut, penerbangan langsung Indonesia-Arab Saudi yang dipantau Kemenhub masih beroperasi.
Layanan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah serta penerbangan Saudia pada rute yang dipantau tetap berjalan.
Kondisi ini menjadi kabar yang relatif melegakan bagi calon jemaah.
Namun, operasional penerbangan secara umum tidak menjamin setiap jadwal keberangkatan akan berjalan tanpa perubahan.
Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau calon jemaah yang belum berangkat agar memeriksa kembali status penerbangan dan berkoordinasi dengan biro perjalanan masing-masing.
Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha menyebutkan, data kementerian hingga Minggu (11/10/2026) mencatat 37 jemaah umrah yang berangkat dan pulang melalui Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
Kemenhaj memastikan tidak ada jemaah umrah Indonesia yang menjadi korban dalam serangan tersebut.
Meski demikian, gangguan perjalanan tetap perlu diantisipasi, khususnya bagi jemaah yang memiliki penerbangan lanjutan.
Penyelenggara perjalanan ibadah umrah diminta memprioritaskan keselamatan jemaah, memantau kondisi mereka, dan segera menyampaikan informasi jika terjadi perubahan jadwal.
Calon jemaah sebaiknya mengecek informasi melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.
Jika penerbangan berubah atau dibatalkan, segera hubungi maskapai dan biro travel untuk memperoleh kepastian mengenai tiket serta jadwal perjalanan berikutnya.
Dengan situasi yang masih berkembang, memastikan informasi terbaru menjadi langkah penting agar perjalanan ibadah tetap terencana dan jemaah dapat mengantisipasi kendala sejak dini.



