Pendiri NII Crisis Center: Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

1 Shares

Praktik manipulatif ini tak sekadar merugikan publik dan mengancam keselamatan negara, melainkan turut mencoreng nama baik panti asuhan serta yayasan sosial lain yang benar-benar berjuang menyalurkan bantuan secara amanah.

Ken mencontohkan, pernah ditemukan kasus pada salah satu yayasan pondok pesantren di Lampung, di mana puluhan santri dan pengajarnya teridentifikasi berafiliasi dengan jaringan teroris hanya karena menyusupnya satu oknum pengajar dari luar.

Oleh sebab itu, NII Crisis Center mendorong para pengelola panti asuhan untuk membangun sistem perlindungan anak yang ketat, termasuk menyaring secara cermat latar belakang tenaga pengajar maupun penceramah yang diundang.

Masyarakat umum pun diimbau untuk lebih teliti sebelum memberikan donasi dengan cara memeriksa kepemilikan izin resmi, kejelasan penyaluran bantuan, serta transparansi pengelolaan keuangan lembaga.

“Upaya pencegahan radikalisme tidak boleh berhenti di sekolah atau kampus saja. Perlindungan harus menjangkau panti asuhan dan rumah tahfidz agar anak-anak mendapatkan lingkungan yang aman, hangat, serta menumbuhkan jiwa toleran dan cinta damai. Anak-anak bukan objek untuk dimanfaatkan, melainkan generasi penerus bangsa,” pungkas Ken.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
1 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU