Pasar Modal Bergairah, Obligasi dan Sukuk di BEI Tembus Rp209 Triliun

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah selama sepekan perdagangan 15–19 Desember 2025, aktivitas pasar obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru menunjukkan kinerja yang solid.

Sepanjang tahun 2025, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI telah mencapai 178 emisi dari 79 emiten dengan nilai sebesar Rp209,39 triliun.

Kuatnya aktivitas penerbitan obligasi dan sukuk ini menunjukkan bahwa pasar obligasi Indonesia tetap menjadi alternatif pendanaan dan investasi yang menarik, sekaligus sebagai penjaga stabilitas dan pendalaman pasar keuangan nasional di tengah fluktuasi pasar saham.

Berdasarkan data BEI, hingga saat ini total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di pasar modal Indonesia berjumlah 665 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp545,04 triliun dan USD 134,01 juta.

Seluruh surat utang tersebut diterbitkan oleh 137 emiten, mencerminkan tingginya minat korporasi memanfaatkan pasar obligasi sebagai sumber pendanaan.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa meski IHSG terkoreksi 0,59 persen ke level 8.609,551, aktivitas pasar secara keseluruhan tetap menunjukkan dinamika positif, terutama dari sisi nilai transaksi.

“Rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan yaitu sebesar 12,59 persen menjadi 2,80 juta kali transaksi, dari 3,20 juta kali transaksi pada pekan lalu,” kata Kautsar dalam keterangannya, dikutip Holopis.com, Sabtu (20/12/2025).

Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian BEI meningkat 13,23 persen menjadi Rp34,29 triliun, dari Rp30,29 triliun pada pekan sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan masih kuatnya minat investor, termasuk pada instrumen pendapatan tetap.

Sepanjang pekan lalu, BEI mencatatkan sejumlah obligasi dan sukuk baru dari berbagai emiten besar. Pada Senin (15/12/2025), Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2025 dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2025.

Kedua obligasi yang diterbitkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk itu resmi dicatatkan dengan total nilai nominal Rp2,3 triliun. Keduanya memperoleh peringkat idAAA (Triple A) dan idAA (Double A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Selanjutnya, pada Selasa (16/12/2025), PT Bumi Resources Tbk mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap III Tahun 2025 dengan nilai nominal Rp780 miliar. Obligasi ini mendapatkan peringkat idA+ (Single A Plus) dari PEFINDO dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kemudian, pada Kamis (18/12/2025), BEI kembali mencatatkan Obligasi Berkelanjutan IV Bumi Serpong Damai Tahap II Tahun 2025 senilai Rp1,25 triliun serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Bumi Serpong Damai Tahap II Tahun 2025 senilai Rp500 miliar yang diterbitkan PT Bumi Serpong Damai Tbk.

PEFINDO memberikan peringkat idAA (Double A) untuk obligasi dan idAA(sy) (Double A Syariah) untuk sukuk tersebut, dengan Wali Amanat PT Bank KB Indonesia Tbk.

Selain obligasi korporasi, instrumen pendapatan tetap lainnya juga terus bertumbuh. Hingga saat ini, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 191 seri dengan nilai nominal mencapai Rp6.423,84 triliun dan USD 352,10 juta. Sementara itu, Efek Beragun Aset (EBA) tercatat sebanyak 7 emisi dengan nilai Rp2,13 triliun.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU