HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Palestina menyerukan agar gencatan senjata tidak hanya terbatas pada pihak tertentu, tetapi juga mencakup wilayah Palestina. Seruan ini mencakup penghentian perang di Jalur Gaza serta mengakhiri aksi yang disebut sebagai agresi Israel dan kekerasan pemukim di Tepi Barat.
Dalam pernyataan resminya, kementerian menegaskan pentingnya peningkatan upaya internasional untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung lama. Mereka menilai pendudukan Israel menjadi akar utama ketidakstabilan di kawasan, sekaligus berdampak pada hilangnya hak, keamanan, dan perdamaian bagi rakyat Palestina.
Pihak Palestina juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inisiatif diplomatik yang tengah dilakukan sejumlah negara, khususnya terkait upaya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Mereka menekankan bahwa dialog dan diplomasi harus menjadi dasar dalam menyelesaikan konflik di kawasan.
Selain itu, pernyataan tersebut juga menyoroti pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara, integritas wilayah, serta perlindungan sumber daya di kawasan Timur Tengah. Stabilitas regional disebut hanya dapat dicapai melalui pendekatan yang adil dan berkelanjutan.
Sebelumnya, pada Selasa (7/4), Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Kedua pihak dijadwalkan akan melanjutkan negosiasi di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (10/4).
Di sisi lain, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan mematuhi kesepakatan gencatan senjata tersebut. Namun, operasi militer di Lebanon disebut tetap akan berlanjut.



