HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang mantan mahasiswi Cornell University kembali memasuki babak baru. Perkara yang terjadi di rumah persaudaraan Chi Phi pada 2024 tersebut kini kembali diselidiki setelah muncul gugatan perdata dan sejumlah dokumen investigasi yang sebelumnya tidak diketahui publik.
Perempuan yang menggunakan nama samaran Jane Doe mengaku menjadi korban kekerasan seksual oleh sejumlah anggota Chi Phi ketika berusia 20 tahun. Ia mengajukan gugatan perdata terhadap tujuh mantan anggota persaudaraan tersebut, Cornell University dan sejumlah pihak lain pada September 2026.
Berikut sejumlah fakta terbaru dalam kasus tersebut.
Penyidikan Kriminal Dibuka Kembali
Kantor Jaksa Wilayah Tompkins County pada 28 September mengumumkan bahwa penyelidikan kriminal terhadap kasus tersebut kembali dibuka.
Jaksa Wilayah Matthew Van Houten sebelumnya tidak mengajukan tuntutan pidana setelah laporan awal pada 2024. Namun, setelah gugatan perdata Jane Doe mencuat dan informasi baru muncul, pihaknya memutuskan untuk kembali menyelidiki perkara tersebut.
Bukti dalam penyelidikan juga direncanakan untuk dibawa ke hadapan grand jury. Van Houten mengatakan terdapat perbedaan antara pernyataan tertulis Jane Doe yang diterima kantornya pada 2024 dengan keterangan yang kemudian muncul dalam gugatan perdata.
Namun, transkrip wawancara Jane Doe dengan polisi kampus yang diperoleh CBS News menunjukkan bahwa ia memberikan keterangan lain mengenai kejadian tersebut. Dalam wawancara November 2024, Jane Doe disebut mengatakan kepada penyidik bahwa dirinya yakin telah diperkosa.
Jaksa Agung New York Jadi Jaksa Khusus
Perkembangan terbaru terjadi pada 1 Oktober. Gubernur New York Kathy Hochul menunjuk Jaksa Agung New York Letitia James sebagai jaksa khusus untuk menangani penyelidikan kasus tersebut.
Penunjukan itu dilakukan melalui executive order setelah Hochul mengatakan muncul pertanyaan serius mengenai penyelidikan sebelumnya dan penanganan perkara oleh kantor jaksa wilayah. James akan memimpin penyelidikan dan, apabila ditemukan dasar yang cukup, dapat mengajukan penuntutan serta membawa bukti ke hadapan grand jury.
Hochul juga mengatakan Cornell telah menyetujui penyelidikan independen dengan bantuan penasihat hukum dari luar universitas. Cornell menyatakan mendukung keputusan tersebut.
Dokumen Investigasi Cornell Mulai Terungkap
Sejumlah dokumen dari investigasi internal Cornell kini telah dibuka ke publik melalui proses pengadilan. Dokumen tersebut menunjukkan Cornell melakukan penyelidikan yang berlangsung selama berbulan-bulan. Investigasi melibatkan lebih dari 50 wawancara terhadap 32 saksi, termasuk orang-orang yang disebut dalam laporan Jane Doe.
Investigasi Title IX kemudian menggelar sedikitnya 12 hari sidang pada Mei 2025. Dokumen yang baru terungkap juga mencakup kesaksian Jane Doe dan para pria yang disebut dalam gugatannya. Salah satu bagian dokumen menunjukkan Jane Doe menggambarkan dirinya merasa seperti berada dalam situasi yang sangat menakutkan ketika sejumlah pria berada di sekelilingnya.
Namun, dokumen yang tersedia kepada publik belum mencakup seluruh catatan proses Title IX, termasuk seluruh pertimbangan panel dan temuan akhirnya.
Cornell Sudah Menjatuhkan Sanksi
Cornell menyatakan pihaknya telah mengambil tindakan disipliner terhadap mahasiswa yang terlibat dalam perkara tersebut.
Menurut penjelasan Presiden Cornell Michael I. Kotlikoff, dua mahasiswa dikeluarkan dari universitas, dua lainnya diskors selama sedikitnya dua semester, satu mahasiswa telah lulus sebelum sanksi dapat diberikan, sementara dua lainnya dinyatakan tidak bertanggung jawab atas pelanggaran seksual.
Chapter Chi Phi di Cornell juga ditutup dan dilarang beraktivitas di kampus setelah kasus tersebut. Namun, hingga penyelidikan kriminal dibuka kembali pada September 2026, tidak ada tuntutan pidana terhadap tujuh pria yang disebut dalam gugatan Jane Doe.
Ada Perbedaan Keterangan yang Kini Jadi Fokus
Salah satu persoalan utama dalam penyelidikan baru adalah adanya perbedaan antara dokumen yang diterima kantor jaksa pada 2024 dan transkrip wawancara Jane Doe dengan polisi kampus.



