HOLOPIS.COM, JAKARTA – New Delhi bersiap menggelar KTT BRICS dengan pengamanan ekstra ketat. Sekitar 15.000 personel polisi dan 200 kompi pasukan paramiliter dikerahkan untuk mengamankan agenda internasional tersebut.
KTT BRICS dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dan Minggu di Bharat Mandapam, New Delhi. Sejumlah rekayasa lalu lintas hingga penutupan sekolah dan kantor pemerintah disiapkan untuk mendukung kelancaran acara.
Peningkatan pengamanan dilakukan menjelang berlangsungnya KTT BRICS.
Menurut stasiun radio milik negara India, All India Radio (AIR), aparat telah menyiapkan skema keamanan berlapis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama pertemuan tingkat tinggi tersebut.
Komisaris Khusus Polisi dari Divisi Keamanan Protektif, Manish Kumar Agrawal, mengatakan sekitar 15.000 personel polisi dan 200 kompi pasukan paramiliter telah dikerahkan di ibu kota.
Pengamanan tersebut mencakup kawasan sekitar lokasi acara hingga sejumlah jalur yang diperkirakan digunakan selama pelaksanaan KTT.
Puluhan Jalan Bisa Dialihkan
Bukan cuma personel keamanan yang ditambah.
Aparat juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama KTT berlangsung.
Sebanyak 22 titik pengalihan utama telah diidentifikasi. Selain itu, lebih dari 35 jalan utama juga masuk dalam skema pengaturan lalu lintas.
Di sejumlah lokasi, arus kendaraan dapat dihentikan sementara atau dialihkan apabila situasi membutuhkan.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi pergerakan rombongan dan menjaga lalu lintas tetap terkendali selama agenda KTT BRICS.
Sekolah di Ditutup
Pengamanan KTT BRICS juga berdampak pada aktivitas masyarakat.
Sekolah pemerintah maupun swasta di Delhi ditutup pada Jumat dan dijadwalkan kembali dibuka pada Senin (14/9).
Kantor-kantor pemerintah juga ditutup pada Jumat sehubungan dengan penyelenggaraan acara tersebut.
Sementara bagi perusahaan swasta, pemerintah menyarankan agar karyawan diperbolehkan bekerja dari rumah jika memungkinkan.




