Afrika Selatan Dorong BRICS Awasi AI, Ramaphosa: Manusia Harus Tetap Pegang Kendali

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mendorong BRICS membentuk mekanisme internasional untuk melakukan evaluasi ilmiah independen terhadap kecerdasan buatan (AI).

Seruan itu disampaikan di tengah perkembangan AI yang semakin cepat dan kekhawatiran bahwa kemampuan teknologi bisa melampaui kemampuan manusia untuk memahami serta mengendalikannya.

Berbicara dalam KTT BRICS di New Delhi, Minggu (13/9/2026), Ramaphosa mengakui AI punya potensi besar untuk mendorong produktivitas dan kemajuan manusia. Namun, ia meminta perkembangan teknologi tersebut tidak berjalan tanpa pengawasan yang memadai.

AI Makin Canggih

Ramaphosa menilai perkembangan model AI berlangsung sangat cepat dan mulai memengaruhi berbagai sisi kehidupan masyarakat.

“Kemampuan model kecerdasan buatan semakin hebat dan dengan cepat mengubah hampir setiap aspek kehidupan ekonomi dan sosialnya,” ujarnya.

Menurut dia, AI bisa memberikan manfaat besar jika digunakan secara efektif dan bertanggung jawab.

Teknologi tersebut dinilai berpotensi membantu mengurangi ketimpangan, kemiskinan, dan keterbelakangan. AI juga dapat mendorong perubahan di bidang kedokteran, pendidikan, penelitian ilmiah hingga produktivitas pertanian.

Namun, peluang tersebut datang bersamaan dengan risiko yang tidak bisa dianggap enteng.

Ramaphosa meminta pemerintah memperhatikan peringatan dari pihak-pihak yang mengembangkan sistem AI paling canggih di dunia.

Sejumlah risiko yang ia soroti mencakup operasi siber tingkat lanjut, bantuan dalam pengembangan senjata biologis, tindakan otonom, manipulasi, pengawasan massal hingga gangguan terhadap lapangan kerja.

Ia juga menyinggung kemungkinan munculnya sistem AI dengan kemampuan yang semakin sulit dikendalikan manusia.

“Oleh karena itu, kita tidak boleh takut terhadap AI ataupun menghadapinya secara gegabah. Tanggung jawab kita adalah memastikan bahwa tata kelola manusia berkembang secepat kemajuan kecerdasan buatan itu sendiri,” kata Ramaphosa.

Ramaphosa secara khusus mendukung gagasan CEO Anthropic, Dario Amodei, mengenai perlunya pengawasan eksternal yang lebih ketat terhadap perusahaan pengembang AI.

“Kami sependapat dengan pihak-pihak di industri AI, seperti Dario Amodei, CEO Anthropic, yang berpendapat bahwa perusahaan AI harus tunduk pada pemeriksaan eksternal formal, audit, dan otoritas pemerintah,” katanya.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU