HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ancaman kekeringan mulai menjadi perhatian di Jakarta. Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin meminta Pemprov DKI menyiapkan langkah antisipasi, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi desalinasi untuk mengubah air laut menjadi air bersih.
Usulan itu muncul setelah sejumlah wilayah Jakarta masuk kategori Awas kekeringan meteorologis pada periode 11-20 September 2026 berdasarkan analisis BMKG. Lima wilayah yang tercatat yakni Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
Suhud mengatakan Jakarta perlu mulai memikirkan sumber air alternatif sebelum kondisi kekeringan berdampak lebih jauh terhadap masyarakat.
Ia mencontohkan teknologi desalinasi yang sudah digunakan di Kepulauan Seribu. Teknologi tersebut memungkinkan air laut diolah menjadi air tawar yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
“Di Kepulauan Seribu sudah ada desalinasi ya, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar. Saya kira itu juga harus sudah mulai dicoba dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan Jakarta ini kekurangan air bersih,” kata Suhud di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Menurut Suhud, langkah tersebut penting disiapkan sejak sekarang. Pemerintah daerah dinilai tidak seharusnya baru bergerak ketika pasokan air bersih sudah mulai terganggu.
Kekeringan Perlu Diantisipasi
Suhud mengatakan kondisi kekeringan berpotensi berlangsung cukup panjang sehingga bisa memengaruhi aktivitas masyarakat.
Karena itu, Pemprov DKI diminta mulai menyusun langkah antisipasi, termasuk memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar Jakarta.
“Memang harus diantisipasi ya. Kemarin kan ada level awas dari BPBD. Nah saya kira ini harus disikapi serius karena kekeringan ini kan tidak bisa dihindari, panjang,” jelas Suhud.
Peringatan kekeringan tersebut menjadi perhatian karena kondisi atmosfer kering masih terjadi di tengah musim kemarau. BMKG juga menyebut fenomena El Niño kategori sangat kuat masih berdampak terhadap kondisi Indonesia.
Lima Wilayah Jakarta Masuk Awas
Berdasarkan peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG untuk Dasarian II September 2026, lima wilayah DKI Jakarta masuk kategori Awas.
Wilayah tersebut meliputi:
- Jakarta Barat
- Jakarta Pusat
- Jakarta Timur
- Jakarta Utara
- Kepulauan Seribu
Dalam sistem peringatan dini BMKG, status tersebut menjadi indikator yang perlu diperhatikan untuk mengantisipasi dampak kekeringan.
BMKG juga mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kondisi kering.
Bagi Jakarta, usulan pemanfaatan desalinasi kini menjadi salah satu opsi yang didorong untuk dibahas lebih awal. Harapannya, kebutuhan air bersih masyarakat tetap bisa dipenuhi apabila periode kering berlangsung lebih lama.




