Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat, Komnas Perempuan Desak Penguatan Kelembagaan

0 Shares
Ukuran text:
21
Dengarkan Berita:

Menurut Maria, keberanian korban untuk melapor perlu diimbangi dengan sistem pengaduan, perlindungan, dan pemulihan yang berpihak kepada mereka. Dukungan tersebut penting agar korban dapat menyampaikan pengalaman kekerasan yang dialami tanpa harus menghadapi hambatan dan tekanan lebih lanjut.

Generasi Muda Perlu Dilibatkan

Dalam peringatan HUT ke-28 yang mengusung tema “Merawat Perjuangan, Menyambung Gerak Lintas Generasi untuk Keadilan dan Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan”, Maria turut menyoroti tingginya pengaduan dari kelompok usia muda.

Sepanjang 2025, sebanyak 1.453 pengadu atau hampir 40 persen dari keseluruhan korban yang mengadu kepada Komnas Perempuan berusia 18 hingga 24 tahun. Kekerasan dalam pacaran dan kekerasan seksual berbasis elektronik menjadi persoalan utama yang mereka hadapi.

Maria menilai, upaya penanganan tidak cukup dengan mengimbau anak muda agar berhati-hati. Mereka membutuhkan pendidikan yang memadai, akses pengaduan yang mudah, serta pemulihan yang berpihak kepada korban.

“Respon kita tidak boleh berhenti pada imbauan agar mereka berhati-hati. Mereka membutuhkan pendidikan yang memadai, mekanisme pengaduan yang mudah dijangkau, dan pemulihan yang berpihak pada korban,” katanya.

Ia juga mendorong generasi muda terlibat dalam pendampingan sebaya dan kampanye untuk memperluas jangkauan gerakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Menurutnya, anak muda perlu mendapat ruang untuk memimpin dan ikut mengambil keputusan, termasuk dalam menghadapi tantangan kekerasan berbasis gender di ruang digital.

Peringatan tahun ini sekaligus menjadi momentum mengenang 100 tahun kelahiran Saparinah Sadli, salah satu pendiri sekaligus ketua pertama Komnas Perempuan. Maria berharap generasi penerus dapat melanjutkan perjuangan tersebut dengan memperkuat kelembagaan dan menjaga independensi Komnas Perempuan.

“Tugas kita adalah memastikan generasi berikutnya mewarisi lembaga yang lebih kuat dan lebih independen dari yang kita terima pada hari ini,” ujar Maria.

Ia berharap penguatan kelembagaan dapat memastikan Komnas Perempuan terus menjalankan mandatnya dalam memperjuangkan hak perempuan, mendampingi korban, dan mendorong penghapusan kekerasan berbasis gender di Indonesia.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Darin Brenda Iskarina
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU