HOLOPIS.COM, JAKARTA – Program elektrifikasi pemerintah tak hanya ditujukan untuk membuat rumah warga lebih terang. Kehadiran listrik di wilayah yang sebelumnya sulit mendapat akses energi juga disebut bisa memangkas pengeluaran bahan bakar sekaligus membuka peluang usaha baru.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan listrik dapat mendorong masyarakat meningkatkan aktivitas ekonomi dan produktivitas sehari-hari.
Menurut Qodari, salah satu manfaat yang langsung dirasakan masyarakat adalah berkurangnya kebutuhan menggunakan bahan bakar untuk penerangan.
“Kehadiran listrik mendorong rumah tangga beralih dari sumber energi seperti minyak tanah dan kayu bakar, sehingga mengurangi biaya yang selama ini mereka keluarkan untuk membeli bahan bakar tersebut,” kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Dengan adanya listrik, waktu produktif masyarakat juga bisa bertambah. Aktivitas yang sebelumnya harus berhenti ketika hari mulai gelap kini bisa dilanjutkan pada malam hari.
“Selain itu, listrik memungkinkan rumah tangga beraktivitas lebih lama dan lebih produktif, termasuk menjalankan usaha pada malam hari,” imbuhnya.
Usaha Bisa Jalan Lebih Lama
Dampak elektrifikasi juga diharapkan terasa di sektor ekonomi pedesaan.
Qodari menyebut listrik dapat membantu industri kecil dan mikro, toko kelontong, rumah makan, hingga koperasi. Sejumlah peralatan usaha yang membutuhkan listrik juga bisa digunakan dengan lebih optimal.
“Hadirnya listrik di desa turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan. Dampak tersebut tercermin pada perkembangan kegiatan ekonomi desa, antara lain industri kecil dan mikro, toko kelontong, rumah makan, koperasi, serta peningkatan aktivitas ketenagakerjaan,” ucap Qodari.
Bukan hanya sektor perdagangan, listrik juga dapat menunjang kegiatan produksi masyarakat, termasuk pertanian dan perikanan.
Artinya, akses listrik di daerah terpencil diharapkan tidak berhenti pada manfaat rumah tangga, tetapi ikut mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.



