6.870 Pasar Rakyat Terdigitalisasi, Wamendag Dorong UMKM Go Online

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA –Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong pelaku usaha memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas akses pasar dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurut Dyah, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) membuat masyarakat dan pelaku usaha perlu terus beradaptasi. Teknologi, kata dia, harus dimanfaatkan sebagai alat untuk membuka peluang ekonomi, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Teknologi akan selalu berkembang dan kita harus menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi dan kita perlu memanfaatkan itu. Jangan sampai teknologi menggunakan kita, tetapi sebaliknya kita yang memanfaatkan teknologi,” kata Dyah di High Level Talk FEKDI – IFSE di JICC, Jakarta, dikutip Holopis.com, Jumat (25/9).

Dyah mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki tiga fokus dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, yakni mengamankan pasar dalam negeri, memperluas pasar internasional, serta mendorong produk dalam negeri agar semakin dikenal di pasar global.

Dalam perdagangan domestik, Kemendag bersama lintas instansi telah memberikan fasilitasi digital kepada sekitar 6.870 pasar rakyat dan lebih dari 300.000 pedagang sepanjang 2025.

Fasilitasi tersebut mencakup sistem pembayaran digital hingga pelatihan agar pedagang dapat memasarkan produknya secara daring. Dengan cara tersebut, pedagang dapat menjangkau konsumen di luar pasar fisik.

- Advertisement -

“Selain mereka bisa berjualan seperti biasa, mereka juga bisa berjualan secara online. Sehingga mereka bisa masuk ke berbagai jenis pasar, baik di pasar rakyat maupun secara online,” ujarnya.

Dyah juga menyoroti pemanfaatan teknologi untuk membantu UMKM menembus pasar internasional. Salah satunya melalui platform InaExport yang digunakan untuk menampilkan produk Indonesia secara daring dan menghubungkan pelaku usaha dengan pasar luar negeri.

Menurut Dyah, teknologi juga dapat digunakan untuk membangun cerita mengenai produk Indonesia sehingga memiliki identitas yang lebih kuat di pasar global.

Ia mencontohkan produk kopi Indonesia yang kerap dikenal berdasarkan daerah asalnya, seperti kopi Jawa, Sumatra, atau Kalimantan. Menurutnya, diperlukan upaya agar produk tersebut juga semakin kuat dikaitkan dengan Indonesia sebagai negara asal.

“Teknologi ini kembali lagi harus kita manfaatkan untuk menceritakan esensi dari sebuah produk. Ini bisa menjadi bagian dari diplomasi, bagaimana kita bisa sekaligus menceritakan bahwa ini adalah produk kebanggaan Indonesia,” katanya.

Dyah menambahkan, pemanfaatan teknologi tetap membutuhkan peningkatan kemampuan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan. Hal tersebut diperlukan karena perkembangan teknologi berlangsung semakin cepat dan tidak semua pelaku usaha dapat langsung beradaptasi.

Ia mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Berdasarkan data yang juga disampaikan Kemendag, sekitar 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

(function(w,q){w[q]=w[q]||[];w[q].push(["_mgc.load"])})(window,"_mgq");

Berita Lainnya

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU