HOLOPIS.COM, JAKARTA – Putus cinta memang menyakitkan! Setelah lepas dari hubungan, banyak kebiasaan lama berubah dan salah satu kebiasaan yang cukup umum muncul adalah stalking mantan. Sebisa mungkin, kita perlu hati-hati dengan kebiasaan ini karena terlalu sering stalking kehidupan mantan bisa berdampak buruk untuk kesehatan mental.
Stalking di sini bisa bermacam-macam, mulai dari mengecek media sosial mantan setiap hari, bertanya tentang kabarnya lewat teman, hingga lebih ekstrem seperti membuntuti aktivitasnya. Hal-hal tersebut bisa memperparah perasaan sedih, stres, bahkan menyebabkan tekanan mental yang lebih berat.
Dampak Negatif Terlalu Sering Stalking Mantan
Terlalu sering mengamati mantan bukan cuma soal rindu, tapi bisa memicu berbagai efek psikologis. Berikut beberapa dampak yang bisa muncul, dikutip Holopis.com dari Halodoc Kementerian Kesehatan RI.
1. Membuat Proses Move On Jadi Sulit
Kebiasaan stalking bisa memperlambat kemampuan kamu untuk melupakan. Menurut penelitian, perilaku stalking bisa menumbuhkan emosi negatif seperti marah, kekecewaan, bingung, dan kebencian, semuanya bikin susah untuk melangkah maju.
2. Emosi Tidak Stabil
Saat kamu sering melihat kehidupan sang mantan, kenangan lama bisa tiba-tiba muncul kembali. Ini bisa membuat suasana hati jadi naik-turun, dan proses pemulihan emosi menjadi lebih lambat.
3. Risiko Depresi Semakin Tinggi
Stalking terus-menerus bisa menambah stres, terutama jika mantan sudah move on lebih dahulu. Perasaan kecewa bisa menjadi beban berat, dan kalau dibiarkan, bisa memicu gangguan depresi.
4. Rasa Rendah Diri



