Bursa Saham Asia Tertekan Imbas Yield US Treasury Tembus Level Tertinggi 2 Dekade

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bursa saham Asia kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Sentimen negatif menyebar setelah imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) melonjak ke level tertinggi dalam dua dekade, memicu kekhawatiran investor terhadap biaya pendanaan dan arah kebijakan suku bunga.

Tekanan paling tajam terlihat pada indeks Nikkei 225 Jepang yang anjlok 10,88 persen hingga pukul 09.04 WIB. Penurunan tersebut menjadikan Nikkei sebagai salah satu indeks saham Asia yang paling tertekan pada perdagangan pagi ini.

Indeks Topix Jepang juga melemah 1,42 persen. Pelemahan kedua indeks tersebut sekaligus memperpanjang tren penurunan untuk sesi perdagangan kedua berturut-turut.

Dikutip Holopis.com dari laman Trading Economics, tekanan terhadap pasar saham terjadi setelah yield US Treasury 10 tahun naik ke 5,35 persen, level tertinggi sejak 2002.

Lonjakan yield tersebut meningkatkan kekhawatiran investor bahwa biaya pendanaan global akan tetap tinggi. Kondisi itu juga mempersempit ruang bagi bank sentral untuk memberikan pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Sentimen pasar semakin terbebani setelah risalah rapat Federal Reserve (The Fed) September menunjukkan sikap hawkish para pejabat bank sentral AS.

- Advertisement -

Dalam risalah tersebut, seluruh 19 pejabat The Fed disebut mendukung kenaikan suku bunga pada September. Sementara itu, mayoritas pejabat menilai kenaikan tambahan masih tepat dilakukan hingga akhir tahun.

Prospek suku bunga yang lebih tinggi dalam waktu lebih lama kemudian memberikan tekanan tambahan terhadap saham-saham teknologi yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan tingkat suku bunga.

Bursa Asia Kompak Melemah

Tekanan tidak hanya terjadi di Jepang. Sejumlah bursa saham utama Asia lainnya juga bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis.

Indeks KOSPI Korea Selatan turun 0,32 persen, sekaligus memperpanjang pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut.

Sementara itu, Hang Seng Hong Kong melemah 0,35 persen, ASX 200 Australia tergerus 0,56 persen, dan Straits Times Index (STI) Singapura merosot 2,39 persen.

Shanghai Composite menjadi salah satu pengecualian dengan mencatat penguatan sebesar 0,41 persen.

Pergerakan tersebut menunjukkan investor Asia masih cenderung berhati-hati menghadapi kombinasi tekanan suku bunga AS, kenaikan yield obligasi, serta risiko inflasi yang kembali meningkat.

Harga Minyak Tembus Sekitar USD100 per Barel

Kekhawatiran investor juga diperkuat oleh pergerakan harga minyak mentah yang bertahan di sekitar USD100 per barel.

Kenaikan harga minyak dipicu kekhawatiran terhadap eskalasi konflik antara AS dan Iran serta potensi gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU