HOLOPIS.COM, JAKARTA – Istilah tone deaf kembali ramai digunakan setelah Maudy Ayunda mendapat kritik atas konten yang membahas mindfulness di tengah derasnya pemberitaan mengenai berbagai persoalan di Indonesia. Sejumlah warganet menilai pembahasan tersebut kurang peka terhadap kondisi masyarakat.
Maudy kemudian memberikan klarifikasi dan meminta maaf. Ia menjelaskan kembali maksud pembahasan mengenai mindfulness serta mengakui bahwa perspektif mengenai privilese dalam mengambil jarak dari pemberitaan perlu dibahas dengan lebih hati-hati.
Istilah tone deaf sendiri memiliki makna yang berbeda ketika digunakan dalam konteks musik dan percakapan sosial. Menurut Cambridge Dictionary, secara kiasan istilah tersebut merujuk pada kondisi ketika seseorang tidak memahami perasaan orang lain atau situasi yang sedang terjadi.
Dalam dunia hiburan, label tersebut kerap muncul ketika pernyataan, unggahan, atau tindakan figur publik dinilai kurang peka terhadap situasi yang sedang menjadi perhatian masyarakat. Selain Maudy Ayunda, sejumlah selebriti dari Indonesia dan luar negeri juga pernah mendapat sorotan serupa dalam konteks yang berbeda.
1. Raffi Ahmad
Raffi Ahmad pernah dicap tone deaf saat seruan menolak revisi UU Pilkada dan mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) ramai pada Agustus 2024. Saat warganet dan sejumlah selebritas mengunggah “Peringatan Darurat”, Raffi justru tidak ikut menyuarakannya.
Sorotan semakin besar setelah ia diketahui mendampingi Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Perdagangan ke Bandung pada 22 Agustus 2024, ketika demonstrasi berlangsung. Raffi juga kemudian mengunggah pernyataan Sufmi Dasco Ahmad terkait pembatalan pengesahan revisi UU Pilkada.
2. Katy Perry
Penyanyi Katy Perry mendapat sorotan setelah mengikuti penerbangan luar angkasa Blue Origin pada April 2025 bersama lima perempuan lainnya. Perjalanan mewah tersebut dikritik publik dan sejumlah figur publik karena dianggap tone deaf terhadap krisis ekonomi dan isu perubahan iklim.
Kritikan muncul karena perjalanan tersebut dinilai sebagai bentuk wisata mewah yang tidak sejalan dengan kondisi masyarakat yang masih menghadapi inflasi dan tingginya biaya hidup. Katy kemudian mengaku tertekan akibat kritikan yang diterimanya dan merasa dirinya seperti menjadi “human piñata” atau sasaran amukan netizen.
3. Kristen Bell
Kristen Bell juga mendapat kritik setelah mengunggah ucapan ulang tahun pernikahan ke-12 untuk Dax Shepard pada Oktober 2025. Dalam unggahan tersebut, Bell menyertakan candaan Shepard tentang tidak akan membunuhnya. Candaan itu dinilai sejumlah netizen tidak pantas karena dianggap meremehkan isu kekerasan dalam rumah tangga.
Unggahan itu kemudian disebut tone deaf dan tidak sensitif, terlebih karena muncul bertepatan dengan Domestic Violence Awareness Month atau Bulan Kesadaran Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Bell kemudian membatasi kolom komentar pada unggahan tersebut.
4. Jay Park
Di Korea Selatan, Jay Park menjadi sorotan saat menghadiri acara ‘Love Your W’ yang digelar W Korea pada Oktober 2025. Ia membawakan lagu ‘Mommae’ dalam acara yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker payudara.
Penampilan tersebut menuai kritik karena lirik lagunya yang sugestif tentang tubuh perempuan dinilai tidak sesuai dengan tujuan kampanye. Kontroversi kemudian meluas setelah konsep acara secara keseluruhan dianggap terlalu glamor, sehingga sejumlah selebriti lain yang hadir turut menjadi sorotan publik.
5. Son Yeon Jae
Mantan atlet senam ritmik Korea Selatan, Son Yeon Jae, mendapat sorotan pada Oktober 2025 setelah sejumlah unggahan di kanal YouTube-nya menampilkan barang-barang mewah, perjalanan, hingga aktivitas belanja. Konten tersebut dikritik netizen karena dianggap terlalu sering menunjukkan kemewahan di tengah kondisi ekonomi masyarakat.
Gaya tersebut kemudian dianggap tone deaf terhadap kondisi masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi. Sorotan juga muncul karena Son sebelumnya dikenal memiliki citra yang lebih sederhana.



