Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka, Maudy Ayunda Akui Kurang Peka dan Siap Banyak Belajar

0 Shares

​JAKARTA — Aktris sekaligus figur publik Maudy Ayunda menyampaikan permohonan maaf terbuka usai pernyataan yang dikeluarkannya memicu sorotan, kekecewaan, dan kritik dari publik.

Maudy mengaku menyadari bahwa pandangan yang sebelumnya ia sampaikan tidak mempertimbangkan konteks serta realitas sosial yang tengah dihadapi masyarakat luas.
​
Pernyataan tersebut disampaikan Maudy melalui keterangan tertulis resmi yang diunggah di akun media sosialnya.

​”Beberapa waktu terakhir, aku mengambil waktu untuk mendengar, merefleksikan kembali apa yang aku sampaikan, dan memahami berbagai respons yang muncul setelahnya. Aku menyadari bahwa apa yang aku sampaikan telah menyebabkan kekecewaan dan kemarahan. Aku minta maaf,” ungkap Maudy dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/9/2026).
​
Lulusan Universitas Oxford dan Universitas Stanford ini mengakui adanya perspektif dan konteks kehidupan masyarakat yang kurang ia pertimbangkan secara mendalam, sehingga pendapatnya terdengar berjarak dari kondisi nyata di lapangan.
​
Pengalaman tersebut, menurut pemilik nama lengkap Ayunda Faza Maudya ini akan menjadi teguran keras baginya untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih peka, berempati, dan mau mendengarkan sudut pandang dari berbagai latar belakang.

​”Aku menyadari bahwa aku masih perlu banyak belajar. Aku perlu lebih banyak mendengar, lebih peka, lebih berempati, dan lebih terbuka terhadap perspektif yang berbeda dari pengalamanku sendiri,” tuturnya.
​
Selain menyampaikan penyesalan, Maudy juga menyoroti posisinya sebagai figur publik yang memiliki pengaruh besar di ruang digital.

Ia mengaku telah menyadari bahwa popularitas, akses, dan privilese yang melekat pada dirinya menuntut tanggung jawab sosial yang jauh lebih besar.
​
Terakhir, aktris kelahiran Jakarta 19 Desember 1994 itu menyatakan komitmennya untuk memanfaatkan ruang, kapasitas, dan platform media sosial yang dimilikinya secara lebih bijak di masa mendatang, serta mengapresiasi setiap kritik konstruktif yang dialamatkan kepadanya.

​”Aku tahu satu permintaan maaf tidak serta-merta menghapus kekecewaan yang sudah muncul. Tapi, aku akan berusaha lebih baik ke depannya. Terima kasih untuk semua masukan dan perspektifnya,” pungkas Maudy.

Sekadar diketahui, bahwa Maudy Ayunda viral hingga menyampaikan permintaan maaf terbuka akibat kontroversi konten videonya yang membahas konsep mindfulness dan “diet” berita buruk (bad news).
​
Inti dari permasalahan yang memicu kritik publik tersebut meliputi pesan konten yang dinilai tone-deaf. Di mana di dalam videonya, Maudy membahas cara mengelola kewalahan emosional akibat gempuran berita buruk di media sosial dengan melakukan pembatasan atau “diet” konsumsi berita.

Kemudian, warganet pun menilai bahwa pandangan tersebut tone-deaf (tuli nada sosial) dan kurang peka terhadap realitas masyarakat luas yang tidak memiliki kemewahan (privilege) untuk sekadar mengabaikan isu-isu krusial atau isu sosial-politik yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.

​Lalu, publik juga menganggap bahwa saran untuk membatasi atau mengabaikan berita buruk datang dari posisi privilese sosial-ekonomi yang tinggi, sehingga terdengar sangat berjarak dan kontradiktif dengan pengalaman hidup rakyat umum.
​
Setelah gelombang kritik makin tajam di platform X/Threads dan Instagram, Maudy merilis pernyataan terbuka pada 20 September 2026. Ia mengakui kurang memperhitungkan konteks dan realitas yang dihadapi publik, serta berkomitmen untuk lebih banyak mendengar, berempati, dan bijak dalam menggunakan kapasitas serta platform yang dimilikinya.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU