HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Umum DPP Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima Indonesia Merah Putih (APKLI MP), dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas pihak yang berada di balik dugaan penyadapan telepon Presiden Prabowo Subianto.
Ia bahkan menuntut pihak yang disebutnya sebagai dalang makar penyadapan tersebut dijatuhi hukuman mati.
Ali menilai dugaan penyadapan terhadap kepala negara bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum, melainkan juga ancaman terhadap keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Untuk itu, dalang makar penyadapan telepon Presiden Prabowo Subianto harus diusut tuntas dan dihukum mati. Kenapa? Karena menjadi biang kerok ekonomi rakyat dan ekonomi nasional bergerak stagnan, tidak stabil, bahkan hampir terpuruk. Lebih dari itu, telah mengancam keamanan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia,” ujar Ali dalam keterangannya, Minggu (8/11/2026).
Ali Mahsun menghubungkan stabilitas nasional dengan keberlangsungan perekonomian rakyat, khususnya sektor usaha kecil, mikro, dan pedagang kaki lima. Menurutnya, aktivitas ekonomi masyarakat membutuhkan kondisi keamanan dan politik yang kokoh.
Ia mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir, pelaku UKM dan PKL menghadapi pasang surut kondisi ekonomi. Omzet dan pendapatan mereka disebut terus mengalami penurunan di sejumlah kawasan ekonomi strategis dan sentra ekonomi rakyat.
Ali menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Ia berpandangan bahwa ketidakstabilan nasional dapat memperburuk situasi ekonomi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada aktivitas perdagangan sehari-hari.
Di tengah persoalan tersebut, Ali juga menegaskan dukungan APKLI MP kepada Presiden Prabowo untuk memberantas pihak-pihak yang disebutnya sebagai komprador pengeruk kekayaan sumber daya alam Indonesia.
“Semestinya, kekayaan sumber daya alam menjadi jaminan agar rakyat dan bangsa ini hidup sejahtera secara berkeadilan,” imbuh dokter ahli kekebalan tubuh lulusan Universitas Brawijaya Malang dan FKUI Jakarta tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Ali dalam rangkaian pelantikan 125 pengurus DPP APKLI MP periode 2026–2031 di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Dalam kegiatan yang sama, Ali memperkenalkan kepengurusan baru dengan nama Kabinet Revolusi Ekonomi Rakyat Indonesia.
Organisasi tersebut menyatakan komitmen mendukung lima program unggulan Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Sekolah Rakyat, dan Rumah Rakyat.
APKLI MP juga menyalurkan bantuan melalui program Sedekah Keselamatan Nusantara Indonesia, berupa beasiswa bagi anak-anak UKM dan PKL, bantuan modal usaha untuk pedagang kopi keliling dan pedagang asongan, serta santunan yatim piatu.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!