HOLOPIS.COM, JAKARTA – KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) telah menyita uang sekitar Rp 2 miliar dari Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin (BR). Penyitan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di PT Pertamina (Persero) tahun 2018–2023.
“Iya betul penyidik sudah melakukan penyitaan (uang dari Bobby Rasyidin),” ucap Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam keterangannya, seperti dikutip Holopis.com, Kamis 5 November 2026.
Namun, Taufik tak merinci lebih lanjut soal penyitaan uang tersebut. Pun termasuk kaitannya dengan kasus yang sedang diusut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, uang sekitar Rp 2 miliar yang disita penyidik KPK itu bersumber dari tersangka Elvizar selaku pemilik PT Pasifik Cipta Solusi (PCS). Dikabarkan dugaan pemberian uang ‘palang pintu’ itu terjadi saat pengadaan proyek digitalisasi SPBU berlangsung. Saat lelang proyek berlangsung, Bobby juga dikabarkan sempat menyodorkan atau membawa calon vendor untuk ikut serta.
Achmad Taufik sebelumnya menyebut, Bobby Rasyidin sudah mengetahui sejak awal proyek tersebut. Bobby disebut-sebut masuk ruang lingkup pertemuan sebelum pengadaan proyek bernilai triliunan itu dilakukan. Berdasarkan bukti dan informasi yang dikantongin KPK, Bobby Rasyidin diduga pernah melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak sebelum pengadaan proyek digitalisasi SPBU itu dilakukan.
“Dia (Bobby Rasyidin) mengetahui awal mulanya proyek digitalisasi SPBU ini. (Proyek digitalisasi SPBU) ini digagas BP Migas dan Pertamina, untuk pemantauan stok BBM di SPBU secara real-time dan mengawasi penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran, di situ BR disitu,” ungkap pelaksana tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Diketahui, tiga pihak telah dijerat KPK dalam kasus ini, yakni Dian Rachmawan selaku Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom periode 2017–2019, Weriza selaku Senior General Manager Strategic Sourcing Operation Procurement PT Telkom periode 2012–2020, dan Elvizar selaku pemilik PT Pasifik Cipta Solusi (PCS) sekaligus mantan pegawai PT Telkom. Ketiganya telah ditahan di Rutan KPK pada Selasa (4/8/2026).
Dalam pengusutan berjalan, KPK telah memeriksa sejumlah petinggi dari PT Telkom, PT Pertamina, serta pihak swasta lainnya. Di antaranya, Direktur Enterprise & Bussines Service PT Telkom periode tahun 2017-2019, Dian Rachawan; SGM SSO Procurement PT Telkom Indonesia periode tahun 2012-2020, Weriza; GM Procurement PT Pins Indonesia tahun 2017- 2018, Revi Guspa; dan Direktur Operasi PT PINS Indonesia 2018-2020, Imam Santoso.
Selain itu, penyidik juga telah memeriksa Bobby Rasyidin (BR) pada 28 Agustus 2025 lalu. Sebelum menjabat Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin sempat menjabat Direktur Utama PT LEN Industri periode 2020-2025; Direktur Utama PT Teknologi Riset Global (TRG) Investama, Komisaris Utama (Komut) PT Len Telekomunikasi Indonesia, Komut PT Indonesian Cloud, dan Komut PT Akses Prima Indonesia.
Selain itu, KPK telah memeriksa pihak dari PT Sempurna Global Pertama, seperti Dwi Utomo Haryanto selaku Head of Bussiness Strategic PT Sempurna Global Pertama; Novi Verawati dan Eva Novrika selaku manager Finance; Hendriyanto selaku Direktur Utama PT Sempurna Global Pertama; dan Liniaty July selaku Direktur Business Development PT Sempurna Global Pertama.
Saat memeriksa Liniaty July, penyidik mendalami pembelian Automatic Tank Gauge dalam proyek Digitalisasi SPBU. Diduga PT Sempurna Global Pertama hanya perusahaan pendamping yang ‘dipinjam benderanya’ dalam pengadaan itu.
Selain dari PT Sempurna Global Pertama, pihak swasta lain yang pernah dijadwalkan diperiksa di antaranya Aya Natalia selaku pegawai PT Teknologi Riset Global Investama dan Duma Saragih selaku sekretaris direktur pada PT Teknologi Riset Global Investama. Saat memeriksa Aya Natalia, penyidik mendalami dugaan aliran dana terkait perkara ini.
PT Teknologi Riset Global (TRG) Investama merupakan perusahaan yang didirikan Sakti Wahyu Trenggono. Di antara lini bisnis perusahaan itu dalam bidang telekomunikasi, teknologi, dan e-commerce. Sebelum bisnisnya menggurita, jebolan Institut Teknologi Bandung itu merintis bisnis dengan bendera PT Solusindo Kreasi Pratama (SKP) dan membangun PT Tower Bersama Infrastruktur.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!