HOLOPIS.COM, JAKARTA – Lebih dari 6.000 nomor disebut masuk daftar dugaan penyadapan. Namun, Akbar Faizal justru menyoroti satu kejanggalan terkait keluarga Jokowi.
Kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah petinggi Polri semakin memantik tanda tanya.
Bukan hanya soal ribuan nomor telepon yang diduga menjadi sasaran penyadapan, tetapi juga daftar nama yang disebut-sebut berada di dalamnya.
Politisi sekaligus jurnalis senior Akbar Faizal mengungkapkan, terdapat lebih dari 6.000 nomor telepon dalam daftar sasaran dugaan penyadapan ilegal tersebut.
Namun, ada satu hal yang menurutnya justru mengundang kecurigaan, tidak ditemukan satu pun nomor telepon milik keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) maupun orang-orang dekatnya.
Akbar mengaku telah melihat dokumen yang memuat ribuan nama beserta nomor telepon dan profesi atau jabatan masing-masing.
Dari penelusurannya terhadap daftar tersebut, ia tidak menemukan nama keluarga Jokowi maupun sosok yang selama ini dikenal dekat dengan lingkaran kekuasaan mantan presiden tersebut.
“Tak satu pun keluarga Jokowi dan kroni-kroninya yang masuk daftar ini,” kata Akbar Faizal, Kamis (5/11/2026).
Pernyataan itu menjadi sorotan karena daftar penyadapan tersebut dikabarkan mencakup berbagai kalangan penting, mulai dari pejabat negara, politikus, akademisi, jurnalis, aktivis, hingga pengusaha.
Bahkan, Akbar menyebut dirinya sendiri masuk dalam daftar sasaran.
Nama akademisi hukum tata negara Feri Amsari dan akademisi Universitas Gadjah Mada Zainal Mochtar juga disebut tercantum.
Yang lebih mengejutkan, pejabat internal kepolisian, yakni Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti yang menjabat Kabakintelkam Polri, turut disebut menjadi salah satu target.
“Sampai pejabat kepolisian juga kena sadap, kurang ajar sekali,” ujar Akbar.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!