Cyberlaw enthusiast Teguh Arifiyadi menguraikan sejumlah kemampuan dan keterbatasan sistem Lawful Interception Management System (LIMS) yang menjadi sorotan di tengah mencuatnya dugaan penyadapan ilegal terhadap sejumlah pihak.
Menurutnya, sistem tersebut umumnya digunakan untuk memantau komunikasi melalui jaringan seluler, tetapi tidak serta-merta dapat merekam percakapan melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp dan Telegram.
Dalam penjelasannya, Teguh menyebut perangkat LIMS berada di sisi operator seluler, bukan dipasang langsung pada perangkat milik orang yang menjadi target penyadapan. Sistem tersebut bekerja terhadap nomor telepon yang telah ditentukan sebagai sasaran.
Ia menjelaskan, melalui LIMS, pihak yang melakukan penyadapan berpotensi memperoleh sejumlah data komunikasi, mulai dari rekaman percakapan telepon berbasis GSM, Call Data Record (CDR), hingga informasi lokasi berdasarkan titik Base Transceiver Station (BTS).
“Mas-mas tukang sadap umumnya akan mendapatkan rekaman komunikasi live telepon yang menggunakan GSM, Call Data Record (CDR) yang di dalamnya memuat nomor telepon masuk, nomor telepon keluar, lokasi nomor berdasarkan titik BTS (location area code dan cell id), isi SMS, rekaman nomor pengalamatan internet atau IP address (IPDR), dan jika beruntung juga mendapatkan rekaman data URL yang diakses target (URL DR),” tulis Teguh dalam postingan di akun Facebook pribadinya seperti dikutip Holopis.com, Rabu (4/11/2026).
Namun, ia menilai kemampuan LIMS tidak serta-merta mencakup isi komunikasi melalui aplikasi pesan instan modern. Hal itu karena sejumlah aplikasi menggunakan teknologi enkripsi end-to-end yang membuat isi pesan hanya dapat dibaca oleh perangkat pengirim dan penerima.
“Lho kok gak ada hasil rekaman percakapan via whatsapp atau telegram? Aplikasi pesan instan modern menggunakan pendekatan enkripsi end-to-end, alias pesan terbaca ketika sampai di perangkat penerima. LIMS sepertinya tidak bisa baca dan dengar itu,” jelasnya.
Spyware dan Pegasus Jadi Metode Berbeda
Teguh mengatakan, penyadapan terhadap aplikasi pesan instan tetap dimungkinkan melalui metode lain, salah satunya dengan menggunakan malware atau spyware yang ditanamkan pada perangkat target.
Menurutnya, metode tersebut berbeda dengan penyadapan melalui sistem LIMS karena bekerja dengan mengakses perangkat yang digunakan oleh sasaran.
Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik, Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ini juga menyinggung teknologi Pegasus yang dikaitkan dengan perusahaan Israel, NSO Group. Teguh menyebut teknologi tersebut dikenal memiliki kemampuan melakukan infiltrasi ke perangkat telepon pintar, termasuk melalui metode zero-click yang tidak mengharuskan target mengeklik tautan atau membuka berkas tertentu.
“iPhone gak bisa? Ya bisa, tapi dengan cara lain. Sistem Pegasus (yang katanya punya Israel) misalnya. Injeksinya smooth sampai dikatakan, di versi terbarunya target tidak perlu klik apapun (zero click),” tulisnya.
Teguh turut menyinggung kasus jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang terbunuh pada 2018. Ia menyebut dugaan penggunaan Pegasus dalam konteks pengawasan terhadap perangkat orang-orang di sekitar Khashoggi, meski keterkaitan langsung antara penyadapan dan pembunuhannya perlu dibedakan dari fakta yang telah terbukti.
Menurut Teguh, LIMS merupakan salah satu metode penyadapan konvensional yang masih digunakan. Namun, ia mempertanyakan apakah para pejabat dan pengusaha yang disebut menjadi target penyadapan masih menggunakan komunikasi berbasis GSM atau telah beralih ke aplikasi pesan instan.
“Lalu, apa iya pejabat dan pengusaha kita yang disadap masih menggunakan komunikasi GSM, bukan aplikasi pesan instan modern? Embuh. Kenapa pejabat negara tidak menggunakan aplikasi dalam negeri dengan proteksi mumpuni macam palapa xcp? Embuh kuadrat,” tulisnya.
Singgung Perangkat Interceptor
Selain LIMS dan spyware, Teguh juga menyinggung perangkat GSM interceptor yang menurutnya dapat digunakan untuk menangkap komunikasi seluler melalui perangkat khusus.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!