HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gibran terancam tergeser dari kursi wapres? Lukas Luwarso menyinggung peluang AHY naik dan nama SBY ikut terseret dalam analisis politiknya.
Peta politik nasional kembali menjadi sorotan setelah nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dikaitkan dengan kemungkinan perubahan posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, menilai AHY berpeluang masuk dalam skenario politik tersebut apabila Gibran tidak lagi mendampingi Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan perubahan konfigurasi kekuasaan di tingkat nasional.
Terlebih, isu tersebut muncul di tengah polemik ijazah Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran yang kembali menjadi perhatian publik.
Dalam pembahasan di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Lukas menghubungkan dinamika tersebut dengan kemungkinan adanya kepentingan politik sejumlah tokoh.
Ia kemudian menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, dalam analisisnya mengenai peluang AHY menduduki kursi wakil presiden.
“Cuma yang terbaru ini kan agak otak-atik gatuknya agak matuk. SBY punya kepentingan kalau Gibran bisa digeser, digusur, AHY punya peluang jadi wapres,” ujar Lukas.
Meski terdengar mengundang perhatian, pernyataan tersebut merupakan penilaian Lukas terhadap kemungkinan dinamika politik.
Belum ada bukti yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut untuk memastikan SBY maupun Partai Demokrat terlibat dalam rencana menggantikan Gibran.
Sebelumnya, Jokowi menyampaikan pandangannya bahwa polemik ijazah yang menyeret dirinya dan Gibran merupakan bagian dari operasi politik.
Jokowi menduga persoalan tersebut dimanfaatkan pihak tertentu untuk memengaruhi pandangan masyarakat terhadap dirinya dan putra sulungnya yang kini menjabat wakil presiden.
“Kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali. Tapi buat saya biasa saja,” kata Jokowi.




