HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT), serta Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Pelantikan keduanya berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026), sekaligus menandai pertukaran jabatan di tubuh TNI.
Maruli sebelumnya menjabat KSAD, sedangkan Tandyo menduduki posisi Wakil Panglima TNI. Pengangkatan keduanya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 105/TNI Tahun 2026 untuk jabatan Wakil Panglima TNI merangkap Kepala BNPPDT dan Keputusan Presiden Nomor 106/TNI Tahun 2026 untuk jabatan KSAD.
Menanggapi rotasi tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai penataan jabatan pimpinan TNI merupakan langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan pertahanan. Ia menyebut pergantian kepemimpinan itu sebagai bagian dari kewenangan Presiden dalam mengatur organisasi TNI.
“Pergeseran ini merupakan bagian dari ruang lingkup wewenang prerogatif Presiden selaku Pemegang Kekuasaan Tertinggi atas Angkatan Perang,” kata Dave dalam keterangannya saat dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Dave mengatakan, kebutuhan penyegaran kepemimpinan dan efektivitas rantai komando menjadi bagian dari pertimbangan dalam penataan jabatan tersebut. Komisi I DPR RI, menurutnya, memandang rotasi itu sebagai bagian dari dinamika organisasi pertahanan.
“Komisi I DPR RI memandangnya sebagai langkah strategis yang wajar, profesional, dan berorientasi pada penguatan kelembagaan pertahanan negara,” ujarnya.
Terkait penempatan Maruli sebagai Wakil Panglima TNI, Dave menilai jabatan tersebut dapat memperkuat koordinasi dan penanganan persoalan strategis-operasional di tingkat Mabes TNI.
“Penunjukan Jenderal Maruli sebagai Wakil Panglima TNI akan memperkuat koordinasi dan penanganan isu-isu strategis-operasional di tingkat puncak Mabes TNI,” kata Dave.
Sementara itu, Dave menilai Tandyo memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan matra darat, kesiapsiagaan prajurit, dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
“Kepemimpinan Jenderal Tandyo Budi sebagai KSAD dipastikan mampu melanjutkan tongkat estafet pembinaan matra darat menjaga kesiapsiagaan prajurit, serta mengawal modernisasi alutsista secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dave menegaskan Komisi I DPR RI akan terus menjalankan kerja sama dengan jajaran pimpinan TNI yang baru, terutama dalam mendorong profesionalisme prajurit, kesejahteraan personel, dan penguatan postur pertahanan negara.
“Sebagai mitra kerja TNI Komisi I DPR RI senantiasa mendukung setiap langkah dan kebijakan yang bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit kesejahteraan personel serta pemenuhan postur pertahanan negara yang tangguh,” tutup Dave.



