HOLOPIS.COM, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkap dirinya telah beberapa kali mendapat upaya suap selama dua tahun menjalankan pemerintahan. Pengakuan itu disampaikan saat ia menyoroti kerusakan institusi negara akibat praktik korupsi yang menurutnya telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Kita melihat puluhan tahun institusi-institusi kita dirusak. Menteri-menteri kita, dirjen-dirjen kita mau disogok, jangankan menteri, dirjen, saya mau disogok,” kata Prabowo dalam Kunjungan pada Kegiatan Satgas PKH Penyerahan Hasil Penyelamatan Keuangan Negara di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa, (6/10).
Prabowo bahkan menegaskan upaya tersebut bukan hanya terjadi sekali. Ia menyebut dirinya telah berulang kali menghadapi upaya untuk disogok selama dua tahun terakhir.
“Dalam dua tahun ini berkali-kali saya mau disogok,” tegasnya.
Menurut Prabowo, persoalan korupsi tidak hanya berkaitan dengan individu yang mengambil keuntungan secara ilegal, tetapi juga menyangkut kerusakan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ia meminta jajaran pemerintah tidak memberi ruang terhadap praktik tersebut.
Prabowo mengatakan pemerintah sebelumnya berusaha melakukan pembenahan dengan pendekatan persuasif. Ia menyebut langkah tersebut ditempuh agar perubahan dapat dilakukan tanpa langsung menggunakan pendekatan penindakan.
“Kita berusaha memperbaiki dengan cara-cara persuasif, dengan cara-cara dakwah kebenaran,” ujarnya.
Namun, Prabowo memberi sinyal bahwa pendekatan tersebut tidak berarti pemerintah akan terus memberikan toleransi kepada pihak yang menghambat pemberantasan korupsi. Ia menegaskan pemerintah tidak boleh terus melakukan kompromi terhadap praktik yang merugikan negara.
“Kita sudah tidak mau lagi terlalu banyak kompromi,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyinggung kemungkinan adanya perlawanan dari dalam pemerintahan melalui cara-cara yang tidak terbuka. Ia memperingatkan pihak yang berpura-pura patuh tetapi justru menghambat kebijakan pemerintah.
“Kalau mau main-main taktik perlawanan diam-diam, deep state, pura-pura patuh tapi menghalangi, kita bukan bodoh,” tegasnya.



