HOLOPIS.COM, JAKARTA – Novelis sekaligus aktivis digital, Okky Madasari menilai hasil survei SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) mengenai opinion leaders menunjukkan gambaran kepemimpinan nasional yang diharapkan masyarakat.
Gambaran tersebut mencakup pemimpin yang memiliki kompetensi, integritas, serta menjunjung tinggi pluralisme dan inklusivitas.
Okky menjelaskan, responden survei SMRC merupakan kelompok masyarakat dengan karakteristik khusus, mulai dari tingkat pendidikan hingga keterlibatan aktif dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
“Betul-betul bukan bagian dari katakanlah 58% yang tahun pemilu lalu memilih Prabowo dan Gibran,” kata Okky dalam rilis survei di UIN Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Ia menilai hasil survei tersebut memperlihatkan harapan terhadap kepemimpinan nasional yang ideal, meskipun kondisi masyarakat secara luas masih jauh dari gambaran tersebut.
“Seharusnya (Indonesia) dipimpin oleh pemimpin yang kompeten, punya integritas, lalu kemudian juga menjunjung tinggi prinsip inklusivitas dan pluralisme,” ujarnya.
Okky mengatakan, tantangan berikutnya adalah memastikan nilai-nilai tersebut tidak sekadar menjadi gambaran ideal, tetapi benar-benar menjadi pertimbangan masyarakat dalam menentukan pilihan politik pada 2029.
“Jadi, bagaimana agar indikator-indikator yang kita tonjolkan itu kompetensi, integritas, komitmen pada anti-militerisme, komitmen pada pluralisme, komitmen pada masyarakat Indonesia yang inklusif, itu bukan lagi menjadi bayangan di atas kertas, gitu,” tuturnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Okky menekankan pentingnya peran para opinion leaders dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai hubungan antara kualitas kepemimpinan dan kehidupan sehari-hari.
“Kita tunjukkan bahwa kompetensi dan integritas seorang pemimpin itu akibatnya adalah pengalaman hidup sehari-hari yang sekarang dirasakan oleh setiap warga,” katanya.
Okky mencontohkan, persoalan upah rendah, kenaikan harga, hingga kelangkaan bahan bakar minyak merupakan pengalaman sehari-hari yang berkaitan dengan keputusan politik. Karena itu, ia menilai para pembentuk opini perlu membantu masyarakat memahami keterkaitan tersebut.
“Memang ini adalah tugas opinion leaders untuk membantu membangun kesadaran baru dan kesadaran politik rakyat ini,” pungkasnya.



