HOLOPIS.COM, JAKARTA – Peringatan Hari Museum Indonesia pada 12 Oktober tahun ini diwarnai kabar pemulangan puluhan ribu koleksi bersejarah dari Belanda. Indonesia menyepakati pengembalian 30.190 unit Koleksi Eugène Dubois dan 20 benda budaya, termasuk Berlian Banjarmasin seberat sekitar 38 karat serta koleksi ilmiah yang berkaitan dengan penemuan Homo erectus atau manusia purba.
Mengutip laman resmi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), kesepakatan tersebut ditandatangani Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Rianne Letschert di Indonesia House Amsterdam, Belanda, pada Jumat (9/10).
Koleksi Eugène Dubois berkaitan dengan penelitian manusia purba di Indonesia, sedangkan benda-benda budaya yang turut dipulangkan mencakup peninggalan kesultanan, manuskrip keagamaan, hingga artefak seni dan tradisi masyarakat Nusantara.
Pemulangan tersebut merupakan bagian dari upaya repatriasi, yakni pengembalian benda bersejarah ke negara asalnya. Selain mengembalikan warisan budaya Indonesia, langkah ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat dan peneliti untuk mengakses, mengkaji, serta memahami kembali nilai sejarah yang terkandung dalam koleksi-koleksi tersebut.
Dari Berlian Banjarmasin hingga Peninggalan Kesultanan Aceh
Salah satu benda budaya yang akan dikembalikan adalah Berlian Banjarmasin, batu berlian sekitar 38 karat yang merupakan bagian dari benda kebesaran Kesultanan Banjarmasin. Selama ini, berlian tersebut tersimpan di Rijksmuseum, Belanda. Benda tersebut tidak hanya memiliki nilai sebagai artefak berharga, tetapi juga berkaitan dengan sejarah kekuasaan Kesultanan Banjarmasin dan penguasaan benda budaya pada masa kolonial.
Ketua Koleksi Kolonial atau Colonial Collections Committee Belanda, Lilian Gonçalves-Ho Kang You, menjelaskan bahwa dokumen terkait perolehan Berlian Banjarmasin menggunakan istilah Report of Confiscation atau laporan penyitaan. Berdasarkan penelitian asal-usul koleksi dan penelusuran sejarah, komite tersebut menyimpulkan bahwa 20 benda budaya dalam kesepakatan pengembalian telah kehilangan kepemilikannya secara tidak sukarela dalam konteks kolonial.
Selain berlian tersebut, Indonesia akan menerima Pedang Sikin Panjang dari Aceh yang juga tersimpan di Rijksmuseum. Senjata tradisional ini berkaitan dengan sejarah Aceh dan perjuangan masyarakat dalam menghadapi kolonialisme.
Daftar koleksi yang akan dipulangkan turut mencakup satu manuskrip Al-Qur’an yang berkaitan dengan Teuku Umar dan empat manuskrip Kesultanan Aceh. Kelima naskah tersebut berasal dari Wereldmuseum, Belanda.
Manuskrip Al-Qur’an itu memiliki catatan tulisan tangan mengenai cara pembacaannya. Sementara itu, empat manuskrip Kesultanan Aceh mendokumentasikan tradisi intelektual, keagamaan, dan sejarah kesultanan.
Koleksi lainnya terdiri atas enam gulungan Wayang Beber, satu panel makam Kesultanan Aceh, serta enam batu nisan Aceh. Wayang Beber merupakan kesenian tradisional yang menyampaikan cerita melalui rangkaian gambar pada gulungan. Adapun panel makam dan batu nisan Aceh berkaitan dengan sejarah keluarga kesultanan, tradisi pemakaman, serta perkembangan seni kaligrafi dan kebudayaan Islam di wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, 20 benda budaya yang akan dikembalikan mencerminkan beragam aspek kehidupan masyarakat Nusantara, mulai dari kekuasaan kerajaan dan perjuangan melawan kolonialisme hingga tradisi keagamaan dan seni pertunjukan.
30.190 Koleksi Dubois Berkaitan dengan Penelitian Manusia Purba



