HOLOPIS.COM, JAKARTA – Peringatan Hari Museum Indonesia yang jatuh setiap 12 Oktober bisa menjadi momentum untuk mengenal sejarah dan budaya melalui kunjungan langsung ke museum. Salah satu cara yang bisa dicoba masyarakat adalah berburu cap melalui program Museum Passport.
Program yang dihadirkan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Museum dan Cagar Budaya (MCB) bekerja sama dengan Indonesian Heritage Agency (IHA) ini memberikan pengalaman berbeda dalam menjelajahi museum. Pengunjung dapat mengumpulkan cap khas dari setiap lokasi yang didatangi sebagai penanda perjalanan budaya.
Museum Passport sendiri resmi tersedia sejak 16 Juni 2026. Buku tersebut dirancang sebagai catatan kunjungan yang memungkinkan masyarakat menyimpan jejak perjalanan mereka saat mengenal sejarah, kebudayaan, dan warisan bangsa melalui museum.
Setiap museum yang berpartisipasi memiliki desain cap berbeda. Dengan begitu, pengunjung tidak hanya membawa pulang pengalaman berwisata, tetapi juga koleksi yang merekam tempat-tempat bersejarah yang telah mereka kunjungi.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon berharap program tersebut dapat mendorong masyarakat menjadikan kunjungan ke museum sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar kegiatan sesekali. Menurutnya, museum memiliki peran penting dalam mengenalkan sejarah dan kebudayaan kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap warisan bangsa.
“Datang ke museum harus kita jadikan gaya hidup yang berbudaya,” kata Fadli saat peluncuran Museum Passport di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, dikutip Holopis.com dari laman Kementerian Kebudayaan, Senin (12/10).
Daftar 25 Museum untuk Berburu Stempel Museum Passport
Bagi Sobat Holopis yang ingin mengumpulkan stempel Museum Passport, terdapat 25 museum yang dapat menjadi tujuan kunjungan. Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun Instagram resmi Indonesian Heritage Agency, museum-museum tersebut tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur.
Berikut daftar museum yang dapat dikunjungi untuk berburu stempel sekaligus mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Indonesia.
DKI Jakarta
- Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat.
- Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat.
- Museum Batik Indonesia, Jakarta Timur.
- Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat.
- Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta Barat.
- Museum Wayang, Jakarta Barat.
- Museum Arkeologi Onrust, Kepulauan Seribu.
Jawa Barat
8. Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Bogor.
Jawa Tengah
9. Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Dayu, Karanganyar.
10. Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Ngebung, Sragen.
11. Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Bukuran, Sragen.
12. Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan, Sragen.
13. Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Manyarejo, Sragen.
14. Museum Prasejarah Semedo, Tegal.
DI Yogyakarta
15. Museum Perjuangan Yogyakarta.
16. Museum Benteng Vredeburg.
17. Museum Bahari Yogyakarta.
18. Museum Sandi.
19. Museum Sonobudoyo.
20. Museum Pleret.
21. Museum Wahanarata.
22. Museum Keraton Yogyakarta.
Jawa Timur
23. Museum Majapahit, Mojokerto.
24. Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari, Jombang.
25. Museum Song Terus, Pacitan.
Cara Mengikuti Program Museum Passport
Untuk mengikuti program ini, Sobat Holopis dapat menyiapkan buku Museum Passport Stamp Book, lalu mengunjungi museum yang berpartisipasi. Di setiap lokasi, pengunjung dapat meminta stempel khas kepada petugas sesuai ketentuan yang berlaku.
Setiap museum memiliki desain stempel berbeda yang dapat dikumpulkan sebagai kenang-kenangan. Selain menjadi dokumentasi perjalanan, koleksi stempel tersebut juga dapat mengingatkan pengunjung pada sejarah, seni, dan kebudayaan yang mereka pelajari selama menjelajahi museum.
Bagi yang belum memiliki buku Museum Passport Stamp Book, informasi mengenai ketersediaan dan tempat pembelian dapat diperiksa melalui kanal resmi Museum dan Cagar Budaya atau mitra penjualan yang diumumkan pengelola. Sebelum berkunjung, pastikan pula untuk mengecek jam operasional, harga tiket masuk, dan ketersediaan stempel di museum tujuan karena ketentuan setiap lokasi dapat berbeda.



