HOLOPIS.COM, BANDUNG – Ancaman gempa megathrust membayangi 5 daerah di Jawa Barat. Skenario BPBD menyebut tsunami bisa tiba dalam 10 menit, dengan ketinggian gelombang hingga 23 meter.
Ancaman gempa megathrust di pesisir selatan Jawa Barat menjadi perhatian serius.
Lima kabupaten masuk dalam zona berpotensi terdampak tsunami, bahkan dalam sejumlah skenario, gelombang bisa mencapai daratan hanya dalam waktu 10 menit setelah gempa terjadi.
Kondisi ini membuat kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting.
Apalagi, beberapa wilayah pesisir diperkirakan menghadapi ancaman gelombang tsunami dengan ketinggian belasan hingga puluhan meter berdasarkan pemodelan kebencanaan.
Berdasarkan Dokumen Rencana Kontingensi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat 2026, lima kabupaten yang perlu meningkatkan kewaspadaan adalah Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran.
Potensi ancaman tersebut berkaitan dengan dua sumber gempa megathrust, yakni segmen Selat Sunda dan segmen Jawa Barat-Tengah.
Keduanya menjadi perhatian karena berpotensi memicu tsunami yang berdampak terhadap kawasan pesisir selatan Jawa Barat.
Namun, perlu dipahami bahwa angka ketinggian gelombang dan waktu tiba tsunami tersebut merupakan hasil pemodelan skenario, bukan kepastian bahwa bencana akan terjadi dalam waktu dekat.
Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Provinsi Jawa Barat, Edy Heryadi, mengatakan pihaknya telah menyusun rencana kontingensi untuk mengantisipasi potensi tsunami akibat aktivitas megathrust.
Menurut Edy, ancaman tsunami di zona subduksi megathrust wilayah selatan Jawa Barat menjadi salah satu prioritas mitigasi yang perlu ditangani secara serius.
Dalam dokumen tersebut, luas wilayah yang masuk dalam ancaman tsunami di Jawa Barat mencapai 24.868 hektare.
Dari jumlah itu, sekitar 20.784 hektare berada dalam kategori bahaya tinggi.



