HOLOPIS.COM, JAKARTA – Viral tanah Kalimantan retak bak gurun Afrika bikin geger. Pakar IPB mengungkap penyebabnya, benarkah akibat kekeringan ekstrem atau perubahan tata air?
Pemandangan tanah retak-retak di Dusun Limus, Kalimantan Barat, mendadak mencuri perhatian.
Permukaannya tampak pecah membentuk pola-pola tak beraturan, sekilas mirip hamparan tanah tandus di kawasan gurun Afrika.
Fenomena ini pun memancing pertanyaan, benarkah Kalimantan mulai mengering hingga menyerupai gurun?
Jangan buru-buru mengambil kesimpulan! Guru Besar Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian IPB University, Prof Widiatmaka, menjelaskan bahwa retakan tanah bisa terbentuk melalui proses alami.
Namun, penyebab spesifik yang terjadi di Dusun Limus masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Ada proses di balik permukaan tanah yang pecah tersebut.
Salah satu pemicunya adalah hilangnya air dari tanah atau endapan lumpur yang mengandung liat.
Menurut Widiatmaka, material tanah yang mengandung liat dapat mengalami penyusutan ketika kehilangan air.
Masalahnya, penyusutan itu tidak selalu berlangsung bebas karena tertahan oleh lapisan tanah di bawahnya atau material di sekelilingnya.
Tekanan yang muncul akhirnya membuat permukaan tanah pecah dan membentuk retakan.
Pola inilah yang terkadang terlihat seperti mosaik pada tanah di wilayah kering.
Proses tersebut dapat dipicu oleh beberapa kondisi, mulai dari berkurangnya hujan, meningkatnya penguapan, surutnya genangan air, hingga perubahan sistem drainase.



