HOLOPIS.COM, BULELENG – Menjaga laut Bali dari kerusakan, IPB University bersama Biorock Indonesia mengajarkan warga cara memantau pemulihan terumbu karang secara ilmiah.
Upaya memulihkan terumbu karang di pesisir Bali Utara tak cukup hanya dengan memasang struktur restorasi dan menunggu karang tumbuh.
Kondisinya perlu dipantau secara berkala agar perkembangan ekosistem benar-benar bisa diukur.
Hal inilah yang mendorong IPB University bersama Biorock Indonesia turun langsung ke Desa Sumber Klampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.
Melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) 2026, tim IPB University memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai cara mengamati kondisi terumbu karang menggunakan metode ilmiah yang terstandar.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar pada 11 September 2026 itu diikuti 25 peserta.
Mereka berasal dari kelompok masyarakat lokal, pemandu wisata bahari, hingga pengelola konservasi pesisir.
Yang menarik, masyarakat tak hanya diberi teori.
Mereka juga diajak langsung mempraktikkan teknik pemantauan terumbu karang di area restorasi.
Selama ini, pemantauan kondisi terumbu karang di kawasan restorasi Desa Sumber Klampok masih banyak dilakukan melalui pengamatan visual secara umum.
Cara tersebut memang bisa memberikan gambaran awal.
Namun, untuk mengetahui perubahan tutupan karang dan perkembangan biota yang hidup di sekitarnya secara lebih terukur, diperlukan metode pengamatan yang menghasilkan data kuantitatif.
IPB University kemudian mengenalkan sejumlah metode, di antaranya Line Intercept Transect (LIT), Underwater Photo Transect (UPT), serta sensus visual terhadap biota asosiasi.



