HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah menargetkan 66 RSUD tipe D naik kelas menjadi tipe C dan mulai beroperasi pada 2027. Bukan cuma bangunan yang dibenahi, sejumlah fasilitas seperti kamar operasi dan CT scan juga disiapkan agar masyarakat di daerah tak perlu lagi pergi jauh untuk mendapat layanan medis tertentu.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses layanan kesehatan sekaligus memperkuat fasilitas rumah sakit di daerah.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan pembangunan 66 rumah sakit tersebut masuk dalam tahap pertama program peningkatan fasilitas RSUD.
Hal itu disampaikan Dante dalam konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
“Kita menargetkan pada 2027 sebanyak 66 rumah sakit yang masuk dalam tahap pertama ini akan selesai dibangun dan dioperasikan,” ujar Dante.
Program tersebut tidak hanya mengejar penyelesaian pembangunan fisik. Pemerintah juga ingin fasilitas kesehatan di daerah memiliki standar pelayanan yang lebih seragam.
Kementerian Kesehatan bahkan telah menyiapkan desain rumah sakit terstandarisasi yang nantinya dapat diterapkan di berbagai wilayah.
“Ini bukan rumah sakit di Jakarta, tetapi desainnya tetap keren dan memiliki standar yang sama,” ucapnya.
Kamar Operasi Jadi Perhatian
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah kamar operasi.
Dante mengatakan masih ada daerah yang belum memiliki layanan tertentu, termasuk fasilitas operasi. Akibatnya, masyarakat harus pergi ke wilayah lain ketika membutuhkan tindakan medis yang membutuhkan fasilitas tersebut.
Melalui peningkatan RSUD tipe D menjadi tipe C, pemerintah ingin layanan tersebut bisa lebih dekat dengan masyarakat.
Selain kamar operasi, sejumlah rumah sakit juga akan dilengkapi peralatan penunjang diagnosis, termasuk CT scan.
Dengan tambahan fasilitas tersebut, masyarakat di daerah diharapkan bisa memperoleh pemeriksaan medis yang sebelumnya belum tersedia atau masih terbatas di wilayah masing-masing.
Beberapa rumah sakit yang telah dibangun melalui program tersebut tersebar di sejumlah provinsi.



